header website 2024 hijau.12

Selamat Tahun Baru 2026
Selamat Tahun Baru 2026
Semoga di tahun yang baru ini membawa harapan, kebaikan, dan keberkahan bagi kita semua, serta menja...
Nomor WhatsApp Informasi dan WhatsApp Pengaduan
Nomor WhatsApp Informasi dan WhatsApp Pengaduan
Pengadilan Agama Kabupaten Kediri
Sertijab Ketua dan Pelepasan Hakim
Sertijab Ketua dan Pelepasan Hakim
Pengadilan Agama Kab. Kediri
Penandatanganan Pakta Integritas Pengadilan Agama Kab. Kediri
Penandatanganan Pakta Integritas Pengadilan Agama Kab. Kediri
Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Hadiri Upacara HUT Bhayangkara di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT Bhayangkara di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT KORPRI Ke-52 di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT KORPRI Ke-52 di Pemkab Kediri
Ketua PA Kabupaten Kediri Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara
Ketua PA Kabupaten Kediri Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara
Rapat Dinas Rutin Pengadilan Agama Kab Kediri
Rapat Dinas Rutin Pengadilan Agama Kab Kediri
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Posbakum 2024
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Posbakum 2024
Forum Group Discussion dengan Para Advokat
Forum Group Discussion dengan Para Advokat
Pembukaan Kegiatan PPL Mahasiswa
Pembukaan Kegiatan PPL Mahasiswa
PTSP Online
PTSP Online
Pelayanan Terpadu Satu Pintu secara Online dengan menggunkan fitur chatting dengan Petugas PTSP Kami...
SIANDOL
SIANDOL
(Sistem Antrian Sidang Online)
SIVALAC
SIVALAC
(Sistem Validasi Akte Cerai)
11 Aplikasi Inovasi Ditjen Badilag
11 Aplikasi Inovasi Ditjen Badilag
Nilai-Nilai Organisasi Di Lingkungan Ditjen Badilag
Nilai-Nilai Organisasi Di Lingkungan Ditjen Badilag
Pesan Moral Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia(Dr.Drs.H. Aco ...
8 NILAI-NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG RI
8 NILAI-NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG RI

IPAR - Aplikasi Produk Akta Cerai

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 3233

MENINGGALKAN ZONA NYAMAN

(Drs. H. AHMAD FANANI,M.H*)

Pada dasarnya semua orang ingin berada dan betah di zona nyaman. Suatu suasana yang menyenangkan, aman dan tenteram. Tidak ada kegelisahan dan semua serba ada sehingga bisa bermanja-manja dengan suasana. Namun tidak selalu demikian, ada kalanya terjadi pergeseran suasana, senang menjadi gelisah, aman menjadi khawatir dan tenteram menjadi mencekam. Dengan demikian harus pandai berpacu dalam suasana.

Orang yang terlena dengan suasana nyaman dan tidak waspada dengan pergeseran tentu akan mengalami hidup keterpurukan. Merasa nyaman dengan cara yang ada, bermalas-malasan tanpa ada keinginan melakukan perubahan. Sementara zaman terus berkembang sebagai tantangan. Orang yang selalu waspada lebih bersemangat untuk bangkit dalam menghadapi tantangan. Rela meninggalkan zona nyaman demi meraih keberuntungan yang lebih besar lagi.

Meninggalkan zona nyaman sebagai sikap kemandirian dalam berjuang. Tidak ada yang mampu merubah dirinya, kecuali dirinya itu sendiri. Sikap yang memunculkan perasaan ketidak-tergantungan kepada alam apalagi kepada orang lain. Bangkitnya semangat perjuangan hidup yang tidak mudah menyerah untuk mencapai tujuan. Selalu ada tekad mewujudkan kesuksesan masa depan dengan semboyan “nanti lebih baik dari sekarang atau hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Para pejuang terdahulu banyak memberikan contoh dalam meraih kesuksesan dengan terlebih dahulu meninggalkan zona nyaman. Dalam berjuang sering mempertaruhkan keringat, air mata dan bahkan nyawa sekalipun. Bermodalkan keberanian tanpa ada rasa takut ternyata dapat mengahantarkan kepada yang diinginkan. Sikap berani menghadapi rintangan, tidak takut kepada siapapun dan apapun ini yang telah Rasulullah tananamkan dalam jiwa sahabatnya. Setiap kali terjadi infasi penyerangan musuh, umat Islam selalu menang.

Dalam sejarah Islam ketika peristiwa penaklukan Andalusia Spanyol, seorang panglima perang yang gagah berani bernama Thariq bin Ziyad mengobarkan semangat para perajurit agar bangkit dan tidak gentar menghadapi musuh. Sesaat setelah sampai di pesisir pasukan musuh yang komandannya Dzanu Ludzariq (Roderick) hampir tiba menyerang, Thariq memerintahkan para perajuritnya membakar semua kapal pengangkut pasukan dan bahan logistik. Dia kemudian berpidato dengan suara lantang membahana berapi-api dan optimis meraih kemenangan.

“Setelah memuji Allah dia berkata : “Wahai pasukan semua! Ke manakah kalian dapat melarikan diri, sementara musuh berada di depan dan lautan berada di belakang kalian? Demi Allah! Tak ada keselamatan bagi kalian kecuali dalam keberanian dan keteguhan hati kalian. Pertimbangkanlah suasana kalian saat ini lebih terlantar dari anak-anak yatim. Kalian akan segera bertemu musuh kuat mengepung dari segala penjuru bagaikan gelombang kemarahan samudera yang bergejolak, dan mengirimkan prajurit-prajurit yang tak terhitung banyaknya, logistik melimpah, bala tentara baju besi dan perlengkapan senjata”.

“Apa yang dapat kalian gunakan untuk melawan mereka? Kalian tak memiliki senjata lain kecuali pedang, tak punya perlengkapan lain kecuali yang akan kalian rampas dari musuh. Kalian harus segera menyerang atau jika tidak, maka hasrat kalian untuk menyerah akan tumbuh, angin kemenangan takkan lagi berhembus. Barangkali rasa gentar yang bersembunyi di hati musuh akan berganti menjadi keberanian yang sukar dikekang”.

“Buanglah segala ketakutan dari hati kalian, percayalah kemenangan akan menjadi milik kita dan percayalah bahwa musuh tak akan mampu bertahan menghadapi serangan kita. Jika kalian menangkap peluang yang kini tersedia, maka itu bisa menjadi cara bagi kalian untuk memiliki isi kota ini, di samping akan menyelamatkan diri kalian dari kematian yang tak terelakkan”.

“Janganlah berpikir bahwa aku membebankan tugas ini sementara aku sendiri akan lari menghindar, atau aku menutup-nutupi bahaya yang ada dalam mengemban ekspedisi ini. Tidak! Kalian memang akan menghadapi datangnya masalah besar, tetapi juga kalian mengetahui bahwa kalian hanya akan menderita sebentar saja. Jangan bayangkan bahwa sementara aku berkata ini pada kalian, aku berniat untuk tidak melakukannya, sebab hasratku dalam pertempuran ini jauh melebihi hasrat kalian. Apa yang akan aku lakukan melebihi apa yang akan kalian lakukan”.

“Saat kalian melihatku berkelahi mati-matian melawannya, seranglah musuh bersamaku. Jika aku membunuhnya, kemenangan menjadi milik kita. Jika aku terbunuh sebelum mendekatinya, jangan kalian bersusah payah karena aku, tetaplah bertempur seolah aku masih hidup dan berada di tengah kalian, dan ikuti tujuanku, sebab saat mereka melihat rajanya jatuh, pastilah kaum kafir ini akan kocar-kacir. Akan tetapi, jika aku terbunuh setelah menewaskan raja mereka itu, tunjuklah seseorang di antara kalian yang di dalam dirinya terdapat perpaduan antara keberanian dan pengalaman, serta mampu memimpin kalian dalam situasi genting ini, dan menindaklanjuti keberhasilan kita”.

Kebijakan panglima ini benar-benar mengobarkan semangat juang para prajurit agar tidak mundur ketika menghadapi musuh. Logistik sudah habis, kapal telah terbakar dan yang ada di belakang hanya lautan lepas, sementara di hadapan adalah musuh menyerbu. Lari ke belakang akan mati dalam kehinaan dan maju ke depan walau takdirnya mati, tetapi mati dalam kemuliaan. Tidak ada pilihan lain kecuali melawan dan menumpas lawan. Akhirnya kemenangan berada di pihak orang Islam.

Bukti sejarah telah banyak berbicara mengenai keberhasilan orang meraih sukses besar tidak bisa dengan bermalas-malasan, tetapi melalui suatu perjuangan panjang. Banyak orang besar terlahir dari suasana memprihatinkan sehingga tumbuh keinginan memperbaiki kehidupan dan tampil menjadi orang terhormat.

Orang yang meninggalkan zona nyaman untuk tidak tergoda dengan kesenangan sesaat akan mencapai kesuksesan yang lebih panjang. Agama telah mengajarkan untuk tidak tergiur dengan nafsu ammarah yang terasa enak dan nyaman sebentar, tetapi ujung-ujungnya menyakitkan. Maksiat ada yang menganggap awalnya nikmat, tapi akhirnya laknat. Bermalas-malasan oleh sebagian orang terasa lezat, tapi pada gilirannya semua akan terhambat. Tidak ada pilihan bijak kecuali meninggalkan zona nyaman sesaat untuk keberhasilan memasuki zona lebih terhormat.

Semoga Allah menumbuhkan dalam jiwa kita semangat inovativ untuk tidak terlena dengan kenyamanan sesaat, tetapi selalu waspada dan memperbaiki diri demi menggapai kenyamanan abadi sepanjang hayat.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175

WA Informasi : 081131166689

WA Pengaduan : 081133303567


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP ICON X ICON TT


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020