Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 188

MAKSUD HUKUM ISLAM

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

definisi hukum pengertian hukum menurut para ahli Copy

          Orang yang antipati terhadap Islam terkadang sengaja menghembuskan isu yang tidak bertanggung jawab terhadap eksistensi hukum Islam. Gambaran ngeri dan sadis sering mereka alamatkan kepada hukum Islam. Mereka membayangkan penerapan jinayat (pidana) dalam hukum Islam sebagai hal yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Menurutnya hukum Islam adalah kisas (hukum bunuh), potong tangan, cambuk, rajam dan pengasingan yang semuanya kejam dan tidak manusiawi.

Kepandaian mereka bernarasi membuat pendengar dan pembaca berkurang simpatinya, atau paling tidak meragukan kebenaran hukum Islam. Memang mereka hebat menggiring opini public sehingga terbentuk anggapan di masyarakat bahwa Islam seolah agama teroris atau radikal. Apabila umat Islam terbawa arus penggiringan opini tersebut tanpa menyelami hakikat sebenarnya, tidak mustahil akan adanya umat yang membenci agamanya sendiri dan menganggap ulama yang menyuarakan kebenaran sebagai tokoh radikal.

Sebenarnya hukum Islam banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan pembentukan hukum di Indonesia. Sejarah terbentuknya sistem hukum nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 adalah bersumber dari hukum yang hidup di masyarakat. Masyarakat telah menggunakan hukum adat, hukum Islam dan hukum barat. Hukum adat berlaku karena keaneka ragaman suku budaya. Hukum Islam berlaku karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sedangkan pemberlakuan hukum barat karena Indonesia lama menjadi jajahan Belanda.

Hukum Islam bagian dari ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamiin (kasih sayang untuk semesta alam). Kehadirannya mewujudkan keadilan untuk semua dan menjauhkan kezaliman sesama makhluk. Meciptakan suasana maslahat (kebaikan) dan menghindarkan kondisi mafsadat (kerusakan). Keberadaannya memberikan solusi terhadap kepentingan primer hidup manusia. Manakala kepentingan primer tidak terpenuhi, terjadilah ketimpangan yang mengarah kepada kekacauan dan kehancuran.

Memperhatikan kepentingan primer manusia agar tercipta suasana aman sejahtera perlu ada aturan yang menjadi acuan semua orang. Hukum Islam hadir memberikan jawaban dengan maksud melindungi hak-hak manusia dengan karakternya memelihara lima kepentingan pokok. Memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal pikiran, memelihara keturunan dan memelihara harta.

Agama merupakan hal yang penting karena dengan agama manusia bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk. Melalui agama pula orang dapat mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang membahayakan. Agama mengajarkan pula bagaimana seseorang membangun hubungan dengan Tuhan pencipta dan bagaimana menjalin hubungan harmonis sesama makhluk. Tanpa agama orang akan melakukan perbuatan tanpa batas dan bertindak mau menang sendiri dengan menuruti keinginan nafsu.

Indonesia bukan negara sekuler, tapi negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama sebagai kebutuhan hidup yang fundamental, setiap warga negara harus jelas agamanya sesuai agama resmi di Indonesia. Pelecehan terhadap ajaran agama adalah suatu pelanggaran. Hukum Islam mengenal jarimah riddah dalam rangkaian memelihara agama. Suatu tindak pidana pelecehan agama, penyesatan agama dan sejenisnya dengan sanksi pidana yang sangat berat.

Selain agama, hak asasi manusia yang juga fundamental adalah hak hidup. Hidup merupakan anugerah Tuhan yang menjadi sumber gerak dinamika manusia. Jiwa manusia sebagai makhluk terhormat. Islam sangat tegas melarang melukai, menyakiti atau menghilangkan nyawa orang lain dengan cara apapun tanpa alasan yang dibenarkan syari’at.

Mengingat pentingnya jiwa raga manusia, maka kalau tidak ada upaya melindunginya kehidupan manusia akan musnah oleh kekuatan tangan pembunuh. Mengantisipasi agar kelangsungan hidup manusia berkembang stabil, hukum Islam mengenalkan jarimah kisas bagi pelaku pembunuh. Hukuman yang adil bagi pembunuh adalah hukum bunuh. Kisas memberikan efek jera bagi pelaku pembunuhan, selain juga mendidik manusia agar tidak gampang menghilangkan nyawa orang lain.

Hukum Islam bertujuan juga memelihara akal pirkiran. Anugerah akal pikiran sebagai alat yang membuat kehidupan manusia bisa berkembang. Dengan akal pikiran dapat menentukan arah kemuliaan hidup. Mengingat pentingnya akal pikiran ini dalam diri manusia perlu ada aturan untuk melindunginya.

Dalam hukum Islam terdapat ketentuan jarimah syurbah yaitu tindak pidana minuman keras. Tindakan mengkonsumsi minuman keras, narkoba atau obat terlarang lainnya merusak kesehatan akal pikiran. Rusaknya akal pikiran akan rusak pula sendi-sendi kehihupan. Merusak barang orang lain, mengganggu ketentraman umum, memfitnah orang lain, berucap dan berbuat tidak logis sebagai akibat rusaknya akal.

Selain menjaga akal pikiran, jdalam rangka meningkatkan derajat manusia hukum Islam juga menjaga keturunan. Penyaluran syahwat manusia melalui perkawinan sah sesuai hukum munakahat. Perkawinan manusia berbeda dengan perkawinan binatang yang tanpa ada aturan. Sahnya suatu perkawinan akan menjaga keturunan yang suci lagi pula jelas terlahir dari bapak dan ibu yang mana. Jelasnya keturunan akan jelas pula identitas seseorang.

Mengantisipasi hubungan illegal manusia yang mengacaukan keturunan, dalam hukum Islam terdapat jarimah zina berupa ancaman pidana bagi pelaku zina. Ancaman pidananya sangat berat berupa rajam ataupun cambuk. Apabila tidak ada aturan tentang ini manusia akan berbuat tanpa batas dan tentu akan merusak sendi kehidupan pula.

Setelah pertama, kedua, ketiga dan keempat, maksud hukum Islam yang kelima adalah menjaga harta. Manusia berhak memiliki harta benda untuk kelangsungan kesejahteraan hidup. Hajat manusia untuk memiliki sandang, pangan dan papan sebagai kebutuhan primer. Manusia perlu pakaian, perlu makanan dan perlu tempat tinggal. Boleh saja manusia memiliki harta sebanyak mungkin sepanjang memperolehnya dengan cara legal.

Islam menganjurkan agar mencari rejeki yang halal dan melarang mencari harta dengan cara batil. Perintah berzakat, berinfak dan bersadaqah sebagai isyarat agar umat memiliki harta. Begitu juga perintah berhaji dengan mengeluarkan biaya besar, secara isyarat terkandung perintah agar umat memiliki harta. Islam memotivasi umat agar dalam hidup memiliki harta. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah, maksudnya pemberi lebih baik daripada peminta.

Setelah memiliki harta orang perlu jaminan keamanan terhadap kepemilikan harta tersebut. Dalam hal ini Islam mengancam pelaku pencurian, penipuan dan perampokan. Hukum Islam mengenalkan jarimah sirqah (pidana pencurian) dan jarimah hirabah (kejahatan perampokan) dengan ancaman humuman yang berat. Hal ini mengantisipasi terjadinya pelanggaran hak sesama manusia dan mewujudkan kesejahteraan serta keamanan di masyarakat.

Hukum Islam bersumber dari tuntunan ilahi. Tuhan pencipta manusia tentu mengetahui seluk beluk manusia. Mengikuti tuntunan ilahi akan terwujud keadilan hakiki dan pasti selamat dunia akhirat. Semoga Allah menunjuki kita untuk senantiasa berada di jalan-Nya.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020