Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 102

MENANAM JASA

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

 

1612596599

Tidak ada manusia yang hidup di dunia ini kecuali pernah merasakan jasa pertolongan orang lain. Sejak awal lahir sudah ada orang lain yang menolong. Sampai dewasa dan bahkan sampai meninggal dunia tetap memerlukan jasa bantuan manusia lain. Manusia sebagai makhluk sosial tidak mampu hidup sendiri memenuhi keperluannya tanpa jasa orang lain. Jasa berupa bantuan tenaga, pikiran, sumbangan materi ataupun karya bakti agar orang lain dapat mengambil manfaatnya.

Kesadaran adanya jasa orang lain dalam memenuhi keperluan hidup patut menjadi perhatian. Hal ini agar manusia tidak bersikap angkuh terhadap orang lain, karena selama ini sering menerima jasa. Selain itu agar tumbuh kemauan untuk menanam jasa dan menyumbangkan baktinya kepada orang lain. Kualitas hidup semakin berarti apabila pernah berjasa kepada orang lain.

Para penanam jasa tidak memikirkan keuntungan pribadi, tapi yang penting mampu menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Seorang muslim berkeyakinan sesuai tuntunan ilahi, bahwa setiap perbuatan baik sekecil apapun pasti akan terlihat balasannya. Allah memberikan balasan bisa jadi secara tunai seketika itu juga atas hasil jasanya atau menunggu momen yang lebih tepat. Balasan atas penanaman jasa baik pasti ada, bisa melalui orang yang menerima jasa itu atau bisa jadi melalui orang yang lain lagi.

Pengalaman pribadi ketika mendapat amanah menjadi pimpinan kantor di suatu daerah. Tahun 2012 dari pusat ada tawaran kucuran dana pembangunan kantor baru di daerah dengan ketentuan harus sungguh-sungguh mengurusinya. Tawaran itu kami sambut dengan semangat agar di daerah tempat tugasku berdiri kantor baru yang berprototipe nasional.

Setelah melakukan lobi sana lobi sini, masuk kantor keluar kantor, menemui pejabat anu dan pejabat ini, urus ke provinsi dan ibu kota akhirnya berhasil mendapat proyek bertahap selama empat tahun sampai lengkap pembangunan lingkungan dan pengadaan meubelaernya. Lokasi pembangunan di gedung lama sehingga pelayanan perkantoran harus pindah ke tempat lain karena tempat itu akan dibongkar. Kami ASN berpindah kantor, pelayanan berjalan stabil dan proses pembangunan mulai berjalan.

Beberapa bulan setelah berlangsung pembangunan tahap pertama, keluarlah pengumuman bahwa aku mutasi tugas ke tempat lain yang sangat jauh. Sepeninggalku pembangunan terus berjalan tahap demi tahap sesuai rencana. Pada tahun 2016 aku mutasi lagi ke tempat yang kebetulan juga sedang dalam proses pembangunan gedung baru. Tahun 2017 aku diundang ke kantor pusat mengikuti acara peresmian gedung baru secara nasional. Semua pimpinan kantor gedung baru hadir dalam acara tersebut termasuk gedung yang aku terlibat mengurusinya beberarpa tahun lalu. Di tempat terdahulu aku tidak sempat merasakan kantor baru, tapi di tempat baru aku menikmatinya. Mengemukakan pengalaman ini hanya ingin membuktikan bahwa orang yang menanam jasa suatu saat akan menikamati balasannya.

Tentang contoh balasan orang yang menanam jasa, tersebut pula sebuah cerita nyata berbahasa Arab dengan judul “Kisra wa Fallah Asy Syekh” yang berarti “Raja dan Petani tua”. Ceritanya raja Anu Syirwan penguasa negeri Parsia mengunjungi suatu desa dan bertemu seorang petani tua sedang menanam puhon zaitun. Melihat pemandangan itu terlintaslah dalam pemikiran raja bahwa petani tua ini hidupnya tidak bertahan lama dan kemungkinan tidak sempat memakan buah tanamannya.

Raja menyapa dan bertanya : “Wahai petani tua! Mengapa anda menanam pohon zaitun dan pohon itu lambat besar serta lambat berbuah. Anda kemungkinan tidak sempat menikmati buahnya. Mestinya orang yang se-usia anda cukup menanam pohon kecil yang cepat tumbuh dan cepat berbuah sehingga anda sempat menikmati hasil tanaman itu”. Petani tua menjawab : “Sungguh orang terdahulu telah menanam pohon dan sekarang kita memakan hasil tanaman itu. Nah, kita menanam pohon saat ini agar nanti orang sesudah kita bisa memakannya”.

Kemudian raja terperanjat dengan jawaban itu. Suatu kebiasaan apabila raja bertemu orang yang membanggakan dia selalu memberi reword penghargaan. Raja menyerahkan bingkisan dan petani tua menerimanya dengan gembira. Petani tua berkata : “Wahai tuan raja! Tidakkah tuan perhatikan. Tanamanku sekarang ini sangat cepat berbuah dan inilah buahnya berupa bingkisan”.

Mendengar pernyataan cerdas petani tua itu raja memberikan bingkisan lagi untuk ke dua kalinya. Petani tua menerima bingkisan ke dua dan berkata “ “Wahai tuan raja! Setiap tanaman berbuah dalam satu tahun sekali, tetapi tanamanku hari ini berbuah dua kali dalam sesaat”. Atas kecerdasan petani itu raja kembali memberi bingkisan untuk yang ketiga kalinya tetapi sambil memberi isyarat kepada para pengawal agar segera meninggalkan tempat itu karena akan kehabisan bahan bingkisan hanya untuk petani tua itu saja.

Cerita ini mengingatkan betapa orang terdahulu telah menanamkan jasanya sehingga orang sekarang dapat menikmati hasil jasa tersebut. Jalan raya telah terbentang lebar maka sekarang dengan mudah menelusurinya. Sawah dan kebun luas terhampar yang sekarang orang dapat merasakan hasilnya. Lapangan kerja tersedia atas hasil jasa orang terdahulu dan sekarang orang dapat manfaatnya. Negara merdeka tentu sebagai jasa terbesar para pejuang terdahulu yang sekarang kita menikmatinya.

Sosok petani tua pada cerita itu patut menjadi teladan bagi seseorang dalam berbuat. Setiap orang harus sudi menanam jasa untuk orang lain. Tanpa kesedian berbuat jasa untuk orang lain kehidupan masyarakat tidak akan berjalan normal. Kemajuan tidak akan tercapai kalau tidak ada yang mau menanam jasa. Mengabdikan diri sesuai keahlian termasuk menanam jasa. Masing-masing memberi dan menerima jasa sehingga terwujud siklus kehidupan yang saling melengkapi.

Pejabat dengan jabatannya berbuat jasa kepada masyarakat, akan menambah kemuliaan jabatannya. Hartawan dengan kedermawanannya berjasa kepada orang lain, akan menambah berkah hartanya. Ilmuan menanam jasa dengan ilmunya, akan menambah kecerdasannya. Berjasa dengan tenaga, akan menambah kekuatan tenaganya. Berjasa walau hanya dengan do’a, maka akan menambah ketajaman do’anya.

Menanam jasa termasuk amal kebajikan yang akan berbalas kebajikan. Mengingat mulianya perbuatan ini, setiap orang harus berusaha membuat jasa untuk kemaslahatan orang lain. Jasa baik akan terkenang sepanjang masa sekalipun orangnya sudah tiada. Al-Qur’an telah meyakinkan umat dengan ungkapan pasti “Hal jazaa-ul ihsan illal ihsan”. Tidak ada balasan kebaikan suatu jasa, kecuali jasa itu akan dibalas dengan jasa kebaikan pula.

Semoga Allah Swt berkenan menjadikan kita sebagai manusia yang mau dan mampu menanam jasa, sehingga wujud diri kita bermanfaat bagi orang lain dan kehidupan kita bermakna sepanjang masa.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020