KELAHIRAN YANG MEMPESONA
(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

Nabi Muhammad seorang rasul teladan umat. Beliau lahir di Kota Makkah tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah, atau sekitar tanggal 20 April 571 Masehi. Berasal dari suku Quraisy mulia Bani Hasyim dan Bani Muththalib. Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah. Silsilah keturunannya jelas bersambung sampai kepada nabi Ibrahim kekasih Allah tercinta.
Tahun kelahiran beliau sangat berkesan. Bertepatan peristiwa di kota Makkah ada arogansi sang raja Abrahah dari AbyssiniaEthiopia ingin menunjukkan kekutannya. Bersama pasukan tempur yang perkasa mengenderai gajah bermaksud menyerbu Makkah dan akan menghancurkan ka’bah. Serbuan raja sombong dihadang oleh kekuatan yang maha dahsyat. Allah mengirim dan memerintahkan pasukan burung Ababil untuk melempari mereka dengan batu kerikil tajam beracun.
Pasukan Abrahan kucar kacir dan lumpuh total seketika. Satuan tentara menjadi porak poranda dan tidak berdaya. Mereka mati perlahan satu per satu bagaikan matinya daun yang kepanasan dimakan ulat. Abrahah turut serta mampus dalam keangkuhannya. Peristiwa bersejarah ini Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an surah Al-Fiil.
Bersamaan kelahiran nabi banyak pula peristiwa ajaib yang mencengangkan manusia. Benteng-benteng kezaliman dan symbol-symbol kekufuran mengalami goncangan. Api suci yang menyala ribuan tahun atau zeroaster sebagai api unggun terbesar pujaan dan sesembahan orang Majusi di Parsia tiba-tiba padam. Suatu keajaiban yang mengherankan manusia, karena tidak ada upaya memadamkan ternyata padam sendiri.
Serambi-serambi istana Kisra (raja Parsia) yang merupakan pusat kezaliman dan kekufuran dunia tiba-tiba retak dan runtuh. Semenanjung yang dianggap suci oleh orang Parsia, tenggelam ke dalam tanah. Pada malam kelahiran Nabi, bumi menggoncang sehingga berhala-berhala yang terpancang di sekitar Ka'bah jatuh bergelimpangan dan hancur berkeping-keping. Di Kerajaan Romawi beberapa gereja dan biara tiba-tiba runtuh. Beberapa kejadian ini sebagai isyarat kedatangan nabi Muhammad untuk melenyapkan kebatilan dan kekufuran serta penyempurna agama terdahulu.
Kelahirannya benar-benar mempesona jagad semesta. Langit cerah memancarkan cahaya terang untuk menyambut kelahiran manusia agung. Bumi bergembira menghias wajah dengan kesuburan tanah dan kekayaan alamnya. Lautan indah dengan gelombangnya yang tenang menyusuri pantai bersibak ikan dan mutiara. Udara segar menyentuh pepohonan yang dahan dan daunnya melambai seakan turut bersuka ria.
Allah mengatur alam raya sedemikian rupa untuk menyongsong kedatangan misi kerasulan Nabi Muhammad. Allah tampilkan tanda-tanda dan keajaiban yang mengiringi masa-masa kelahiran Nabi Muhammad. Kota Makkah berubah seketika dari kondisi kering kerontang mulai turun hujan. Tadinya tanah gersang membuat tanaman segan untuk tumbuh. Dataran Makkah hampir tidak tumbuh tanaman selain pohon kurma. Menjelang lahirnya Nabi, karena sudah ada hujan tanah menjadi subur, pohon-pohon menjadi rimbun dan berbuah lebat.
Ternak piaraan juga dapat imbasnya. Semula banyak binatang ternak kurus krempeng seakan hidup segan mati tak mau. Seiring kelahiran nabi binatang ternak menjadi gemuk berisi. Biri-biri, kambing dan onta sebagai piaraan favorit waktu itu menunjukan perkembang-biakan yang drastis meningkat. Perkebunan dan peternakan mengalami perkembangan yang berarti. Flora dan fauna mendapat curahan rahmat atas kelahiran junjungan alam semesta.
Burung-burung dan binatang melata ikut berbicara. Semua mengabarkan tentang datangnya seorang penutup para ambiya. Kabar gembira meluas ke segenap kota dan pelosok desa. Jauh sebelum kelahiran Rasulullah, Allah sudah mengabarkan akan kehadiran Nabi akhir zaman. Berita kedatangannya telah tertulis dalam kitab suci umat beragama. Kedatangan Rasulullah telah disebut-sebut dalam kitab sebelum Al-Qur’an, yakni dalam kitab Taurat dan Injil. Para peramal ikut pula memprediksi akan tiba kelahiran gongnya para rasul ini.
Setiap peramal apalagi ahli kitab suci sangat kental mengenalnya bagaikan mengenal karakter anak sendiri. Para rahib Yahudi dan pendeta Nasrani telah mengenal Rasulullah dari gambaran tentang sifat-sifatnya. Hanya saja di antara mereka ada yang menyembunyikan berita sebenarnya. Akan datang seorang nabi terakhir dari kalangan bangsa Arab, seorang yatim berpenampilan mempesona dan berkepribadian mulia.
Abdurrahman Ad-Diba’i dalam “Maulid Ad-Diba’i” meriwayatkan adanya seorang Rahib yang mengajari anaknya kitab suci. Seluruh isi kitab suci dia ajarkan kepada anaknya kecuali satu lembar dari kitab suci itu dia sembunyikan. Rahib tidak mengajarkan satu lembar itu kepada anaknya dan lembaran itu dia simpan ke dalam peti besi. Tatkala Rahib itu meninggal dunia, anaknya penasaran dan membuka peti besi tersebut. Anak menemukan satu lembaran kitab suci yang ayahnya sembunyikan tempo dulu. Ternyata lembaran tersebut mengabarkan akan datangnya seorang nabi bernama Muhammad sebagai nabi akhir zaman.
Dalam As-Sirah An-Nabawiyah, Ibnu Hisyam menceritakan perjumpaan Muhammad kecil dengan seorang pendeta Yahudi yang bernama Buhaira atau bisa pula dibaca Bahira. Ketika Abu Thalib paman nabi membawa Muhammad berdagang bersama kafilah ke negeri Syam. Paman sangat sayang kepada keponakannya dan ingin selalu bersama agar bisa mengawasi dan menjaganya.
Dalam perjalanan terdapat tanda keanehan menyertai kafilah. Biasanya kafilah kepanasan oleh terik matahari. Kali ini tidak seperti biasa, awan berarak mengikuti dan menaungi sepanjang perjalanan kafilah. Perjalanan lancar dan sukses mejalankan perdagangan. Peristiwa ini tidak luput dari pantauan pendeta Buhaira. Dalam pantauannya lebih terfokus kepada seorang anak kecil dalam kafilah itu. Buhaira sempat banyak berdialog dengan anak itu.
Hasil pengamatan dan dialognya menyakinkan tanda-tanda kenabian yang pernah dia baca dari kitab suci. Buhaira lalu menemui Abu Thalib. ''Apa hubunganmu dengan anak kecil itu?'' Abu Thalib menjawab Muhammad adalah anaknya. Buhaira membantahnya, ''Ia bukan anakmu, dan semestinya anak itu tidak memiliki ayah yang masih hidup.'' Abu Thalib menjawab, ''Dia keponakanku.'' Ayahnya telah meninggal ketika ibunya masih mengandung.'' Buhaira berkata, ''Bawalah segera pulang anak itu, dan jagalah dia dari orang-orang Yahudi. Demi Allah, jika mereka melihatnya dan mengetahui anak itu seperti yang aku ketahui, maka mereka akan menyakitinya. Keponakanmu ini akan mengemban tugas yang sangat agung.'' Abu Thalib lalu membawa pulang Muhammad kembali ke Makkah.
Nubuwat dalam kitab suci terdahulu telah terwujud. Lahir manusia agung yang sangat mempesona dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Wahai nabi tercinta! Kami peringati kelahiranmu sebagai bentuk rindu kami kepadamu. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepadamu, kami sungguh berharap syafa’atmu di hari kemudian.
*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri







