header website 2024 hijau.12

Selamat Tahun Baru 2026
Selamat Tahun Baru 2026
Semoga di tahun yang baru ini membawa harapan, kebaikan, dan keberkahan bagi kita semua, serta menja...
Nomor WhatsApp Informasi dan WhatsApp Pengaduan
Nomor WhatsApp Informasi dan WhatsApp Pengaduan
Pengadilan Agama Kabupaten Kediri
Sertijab Ketua dan Pelepasan Hakim
Sertijab Ketua dan Pelepasan Hakim
Pengadilan Agama Kab. Kediri
Penandatanganan Pakta Integritas Pengadilan Agama Kab. Kediri
Penandatanganan Pakta Integritas Pengadilan Agama Kab. Kediri
Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Hadiri Upacara HUT Bhayangkara di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT Bhayangkara di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT KORPRI Ke-52 di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT KORPRI Ke-52 di Pemkab Kediri
Ketua PA Kabupaten Kediri Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara
Ketua PA Kabupaten Kediri Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara
Rapat Dinas Rutin Pengadilan Agama Kab Kediri
Rapat Dinas Rutin Pengadilan Agama Kab Kediri
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Posbakum 2024
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Posbakum 2024
Forum Group Discussion dengan Para Advokat
Forum Group Discussion dengan Para Advokat
Pembukaan Kegiatan PPL Mahasiswa
Pembukaan Kegiatan PPL Mahasiswa
PTSP Online
PTSP Online
Pelayanan Terpadu Satu Pintu secara Online dengan menggunkan fitur chatting dengan Petugas PTSP Kami...
SIANDOL
SIANDOL
(Sistem Antrian Sidang Online)
SIVALAC
SIVALAC
(Sistem Validasi Akte Cerai)
11 Aplikasi Inovasi Ditjen Badilag
11 Aplikasi Inovasi Ditjen Badilag
Nilai-Nilai Organisasi Di Lingkungan Ditjen Badilag
Nilai-Nilai Organisasi Di Lingkungan Ditjen Badilag
Pesan Moral Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia(Dr.Drs.H. Aco ...
8 NILAI-NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG RI
8 NILAI-NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG RI

IPAR - Aplikasi Produk Akta Cerai

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 34422

SYAFA’AT TERBESAR (ASY-SYAFA’ATUL UZHMA)

Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*

 

inilah nestapa manusia di padang mahsyar zby 

Berdasarkan pemahaman sederhana, syafa’at berarti pertolongan di hari kiamat. Syafa’at berarti pula permohonan seseorang kepada yang berhak agar bersedia memberi pertolongan. Syafaat sepenuhnya milik Allah SWT, kemudian Allah mendelegasikan kepada sebahagian hamba-Nya. Allah memberikan syafa’at-Nya kepada orang pilihan untuk kemudian memberikannya kepada sebagian hamba yang lain Seperti malaikat, nabi, para syuhada dan orang-orang saleh, mereka ini punya hak memberikan syafaat kepada orang lain yang sudah meninggal dunia.

Pada hari kiamat tentu jauh berbeda dengan sekarang. Selagi di dunia masih bisa tolong menolong satu sama lain. Ketika kritis atau krisis orang berharap segera bisa keluar dari kondisi itu. Hal ini biasanya membuat suasana tidak nyaman dan tidak tenteram. Fisik rasa tersiksa dan perasaan selalu dalam kekhawatiran. Bagi yang sedang mengalami kondisi ini sangat mendambakan ada yang bisa membantu. Namun sekritis atau sekrisis bagaimana pun masih ada kemungkinan mendapat pertolongan ketika di dunia.

Interaksi di dunia masih berlaku. Banyak yang mau dan mampu menolong. Sanak saudara dan handai tolan bersedia diajak bersama. Orang tua membantu anak, sebaliknya anak melayani orang tua. Suami bertanggung jawab terhadap isteri, atau sebaliknya isteri masih setia kepada suami. Semakin tinggi status sosial semakin banyak yang bersedia membantu. Kekayaan terkadang menjadi tolok ukur. Orang kaya nampaknya banyak relasi dan lebih cepat memperoleh respon jika memerlukan bantuan.

Lain halnya di hari akhirat, semua orang hanya berpikir untuk diri masing-masing. Jalinan interaksi terputus dan tolong menolong tidak berlaku lagi. Saat di dunia harta menjadi segala-galanya, tapi di akhirat semua orang tidak memerlukannya. Selama di dunia anak menjadi kebanggaan orang tua, ketika di akhirat belum tentu anak bisa dibanggakan. Hari itu orang tidak dapat lagi membanggakan harta dan anak. Hanya dua type manusia bisa berbangga, yaitu orang yang datang menghadap Allah Swt dengan hati yang tenang dan orang yang memperoleh syafa’at.

Manusia yang menghadap Tuhan di hari akhirat dengan hati yang tenang mereka adalah dari kalangan orang-orang beriman. Beriman secara murni dan konskwen dengan menerjemahkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan. Mereka terlatih sejak di dunia mengenal Allah dan pandai memposisikan diri sebagai hamba di hadapan Allah sang pencipta. Sedangkan type kedua, mereka juga dari kalangan orang-orang beriman. Mereka ini tidak begitu istiqamah sehingga terkadang tercampur dosa dan kezaliman. Untungnya masih memperoleh jalur syafa’at dan mereka berhak mendapatkannya.

Syafa’at bisa menghilangkan siksa atau paling tidak bisa meringankan adzab di akhirat. Semula seseorang mendapat siksa kubur atau siksa neraka, karena memperoleh syafa’at bisa jadi siksanya berubah ringan atau hilang sama sekali. Dengan syafa’at Allah memindahkan tempatnya ke surga. Malaikat memberi syafa’at kepada umat manusia. Nabi memberi syafa’at kepada umatnya. Orang-orang yang mati syahid memberi syafa’at kepada keluarganya. Orang shaleh memberi syafa’at kepada ayah dan ibunya.

Selain syafa’at seperti tersebut di atas, masih ada syafa’at terbesar. Suatu syafa’at yang hanya Allah delegasikan kepada nabi Muhammad Saw. Para malaikat, orang mati syahid, orang shaleh dan para nabi lainnya tidak bisa memberikannya. Syafa’at terbesar atau sebutan lain Syafa’atul Uzhma merupakan bantuan nabi Muhammad saat manusia dalam keadaan genting dan mencekam di padang mahsyar. Semua manusia mengharapkan turunnya bantuan agar kesusahan yang mereka hadapi segera berakhir.

Hanya nabi Muhammad Saw yang akan memberikan syafa’at ketika manusia berkumpul menunggu keputusan Allah (Fashlul Qadla). Selama proses persidangan di yaumil mahsyar manusia gelisah dan susah menunggu apakah keputusannya masuk surga atau neraka? Iklim akhirat luar biasa panasnya. Jarak matahari dengan kepala manusia hanya sekitar satu jengkal. Suasana sangat panas terasa membakar seluruh tubuh. Saking susahnya keadaan saat itu, orang kafir menyesali dirinya menjadi manusia. Bahkan ada orang kafir yang menyeleneh, jika keputusan untuk kami masuk neraka maka masukan saja sekarang daripada terlalu lama menunggu. Mereka ingin meninggalkan tempat itu walaupun berpindahnya ke neraka jahannam.

Syekh Ibrahim Al-Bajury dalam kitabnya “Tijanud Darary” mejelaskan kumpulan manusia saat itu dikerumuni api yang akan melalap. Suasana semakin mencekam dan tidak menentu selama ribuan tahun. Sekelompok manusia beriman berinisiatif mendatangani nabi Adam dengan suatu permohonan. Wahai nabi Adam! “Engkau bapak segala manusia dan tercipta dengan kekuasaan Allah. Mohonkan kepada Allah agar mempercepat proses ini dan meringankan beban kita ini”. Nabi Adam menjawab : “Aku tidak berani berbicara di hadapan Allah karena waktu dahulu pernah bersalah sehingga dikeluarkan dari surga. Saat ini aku hanya berpikir untuk diriku”. Beliau kemudian mengarahkan agar manusia mendatangi nabi Nuh sebagai rasul pertama.

Manusia kemudian mendatangi nabi Nuh dan berkata : “Wahai Nuh bermohonlah kepada Allah agar mempercepat proses ini”. Nabi Nuh menjawab : “Aku tidak berani berbicara di hadapan Allah saat ini, karena dulu aku pernah bermohon agar Allah menenggelamkan penduduk bumi sehingga banjir melanda”. Nabi Nuh merasa bersalah dan malu berbicara kepada Allah, dia hanya mengarahkan agar para manusia menghadap nabi Ibrahim sebagai kekasih Allah.

Berikutnya sekelompok manusia menghadap nabi Ibrahim. Ternyata nabi Ibrahim juga mengaku pernah bersalah. Karena kepandainnya bersilat lidah beliau mengaku telah berdusta tiga kali, walaupun sebenarnya beliau bukan berdusta. Pertama mengatakan “inni saqiim/aku sedang sakit”, maksudnya bukan sakit fisik tapi sakit perasaan karena banyak yang melakukan kemusyrikan. Kedua ketika mengatakan isterinya sebagai saudara “innaha ukhti”, masudnya saudara seagama. Ketiga ketika menjawab pertanyaan raja Namrudz tentang siapa yang menghancurkan berhala setelah beliau melakukannya. Beliau mengatakan “kabiiruhum hadza”, yang besar ini. Maksudnya bukan yang besar ini penghancurnya, tapi ini yang paling besar ukuran berhalanya.

Nabi Ibrahim tidak bisa memberi syafa’at dan mengarahkan kepada nabi Musa yang pernah berdialog langsung dengan Allah. Nabi Musa juga tidak bisa karena pernah melakukan pembunuhan yang tidak semestinya. Beliau tidak sengaja hanya melakukan pukulan sedikit tanpa berniat membunuh ternyata orang itu mati. Para manusia kemudian mendatangi nabi Isa. Dalam dialognya nabi Isa tidak bisa juga memberi syafa’at karena Isa dan ibunya Maryam telah manusia jadikan sebagai Tuhan selain Allah. Nabi Isa malu meminta sesuatu kepada Allah.

Akhirnya mereka mendatangi nabi Muhammad Saw sebagai penutup para nabi. Nabi Muhammad saja yang berani merespon. “Ayo umatku. Ayo umatku. Ayo umatku. Mari datang ke sini. Ini memang wewenangku”. Beliau sujud di bawah ‘arsy seperti shalat. Sampai ada suara “angkat kepalamu Muhammad, jika kamu meninta sesuatu Aku berikan dan jika kamu meminta syafa’at ini Aku serahkan”. Nabi Muhammad kemudian memberikan syafa’at terbesar kepada umat beriman di padang mahsyar.

Ya Allah. Curahkan shalawat dan salam kepada nabi dan keluarganya tercinta. Wahai Muhammad. Jadilah engkau sebagai kekasih yang memberi syafa’at dan pembela kami saat pengumpulan dan penghalauan manusia pada hari kiamat.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175

WA Informasi : 081131166689

WA Pengaduan : 081133303567


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP ICON X ICON TT


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020