Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 190

MARI MEMBACA

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

WhatsApp Image 2021 11 22 at 11.00.24

 

 

 

            Membaca bertujuan memperoleh informasi pengetahuan dari hasil bacaannya. Sangat banyak koleksi pengetahuan yang telah tertuang dalam tulisan. Informasi berupa iklan suatu produkpun banyak tersaji melalui tulisan. Orang mempublikasikan pengumuman agar public mengetahuinya juga banyak berbentuk teks tertulis. Segala disiplin ilmu duniawi dan ukhrawi telah tersedia dalam manual book maupun e-book. Apabila ingin mengetahui semua itu haruslah pandai dan rajin membaca.

            Benar sekali orang yang mengatakan membaca adalah membuka jendela dunia. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula mengetahui keadaan dunia. Banyak membaca akan membuka lebar penglihatan terhadap sesuatu dari berbagai sudut pandang. Memasuki gedung atau rumah mewah saja agar dapat mengetahui fasilitas di dalamnya, terlebih dahulu melewati pintu. Begitu pula dengan dunia ilmu, setiap orang yang ingin memasukinya harus melewati suatu pintu yang bernama membaca.

            Menurut catatan sejarah, keberhasilan Rasulullah SAW dalam meniti karirnya mengemban risalah berawal dari perintah Tuhan agar beliau membaca. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan.” (Q.S. Al-‘Alaq ayat 1). Perintah ini sangat tepat sekali dalam membekali seseorang yang menginkan kesuksesan. Membaca ayat-ayat Allah baik yang berupa kauliyah maupun kauniyah menjadikan seseorang mampu melihat keagungan dan kebesaran Allah. Dengan demikian tujuan hidup selalu terarah dalam ketundukan dan ketaatan terhadap petunjuk-Nya.

            Secara umum objek bacaan berupa teks tersurat dan juga ada berupa non teks atau sesuatu yang tersirat. Teks tersurat suatu rangkaian hurup yang membentuk kata dan kalimat. Membacanya mudah saja asal belajar alphabet bahasa teks itu. Proses belajar sampai bisa membaca teks, diawali pengenalan hurup kemudian mengeja kata demi kata sehingga mampu membaca kalimat secara utuh. Mahir dan lancar membaca itu karena sering melakukannya.

            Membaca teks agar mengerti isi bacaan perlu konsentrasi dan menggunakan pikiran untuk memahaminya. Memusatkan pikiran terhadap pesan yang terkandung dalam bacaan. Dengan perhatian penuh akan cepat paham dan melekat dalam ingatan mengenai isi kandungan bacaan tersebut. Kalau membaca tanpa konsentrasi akan sulit memahami isi bacaan dan bahkan tidak masuk dalam memori ingatan. Bacaan yang tadinya sudah beberapa halaman dibaca tidak ada kesannya akibat tidak konsentrasi.

            Konsentrasi dalam membaca ibarat orang shalat yaitu shalat yang khusyu’. Seirama antara ucapan dan penghayatan. Ketika membaca suatu kalimat perhatian penuh dalam mengucapkan kalimat tersebut. Sementara lintasan dalam pemikiran menghayati makna serta maksud segala apa yang dia baca. Mulut dan hati seakan bertugas menjalankan fungsinya masing-masing. Mulut mengeluarkan bunyi bacaan sedangkan hati mencerna makna yang terkandung dalam bacaan.

            Bacaan dan gerakan anggota merupakan jasadnya, sedangkan khusyu’ adalah ruh shalat. Nilai pahala shalat tergantung kekhusukan ketika shalat. Membaca teks dengan gerakan bibir sambil mata memperhatikan tulisannya laksana jasad bacaan. Konsentrasi dalam menghayati dan memahami makna bacaan adalah ruhnya bacaan. Memadukankan antara jasad dan ruh akan mewujudkan pemahaman terhadap bacaan. Begitulah ibaratnya orang yang konsentrasi ketika membaca teks atau membaca buku.

            Kemampuan memadukan antara ucapan dan penghayatan memerlukan latihan secara rutin. Sering mambaca adalah bagian dari upaya melatih konsentrasi. Baca sekali misalnya kurang paham, maka baca lagi dan baca lagi sampai paham. Pribahasa mengatakan lancar kaji karena diulang. Artinya dalam membaca perlu sikap sabar, tidak mudah bosan dan tidak cepat putus asa. Perlu menumbuhkan dalam diri “hoby membaca”. Apabila membaca sudah menjadi kegemaran akan timbul perasaan tidak enak kalau dalam satu hari tidak membaca.

Selain itu factor suasana ketika membaca juga patut menjadi perhatian. Membaca buku saat marah berbeda hasilnya dengan membaca saat gembira. Begitu pula berbeda hasilnya antara saat ribut dengan saat tenang. Tempat yang nyaman ikut membantu pula dalam berkonsentrasi. Bagi yang sudah professional mebaca mungkin saja semua itu tidak menjadi halangan dan tidak menjadi syarat untuk konsentrasi dalam membaca. Kapan saja dan di mana saja selalu bisa membaca penuh konsentrasi.

Setelah paham terhadap isi bacaan, maka pemahaman itu akan terekam dalam memori ingatan. Membaca sama halnya melihat suatu kejadian atau mendengar suatu ucapan. Rekaman kejadian yang terlihat oleh mata atau recording audio yang terdengar di telinga akan melekat dalam ingatan. Kekuatan memori daya ingat penyimpan di kepala tergantung kecerdasan IQ masing-masing. Semakin cerdas semakin kuat daya ingat menyimpan hasil bacaannya selama memorinya tidak bermasalah.

Ada orang membaca buku puluhan tahun yang lalu tapi karena kecerdasannya sekarang masih ingat dan bisa menjelaskan isi bacaan itu. Namun ada pula hanya beberapa hari yang lalu membaca buku tapi sudah lupa isi bacaanya karena daya ingatnya menurun. Sebagai pengalaman waktu kuliah dulu, ada teman yang cerdasnya luar biasa samapi bergelar kutu buku. Setiap diskusi ilmiah ketika menyampaikan pembahasan tanpa teks, dia mampu menunjukan beberapa referensi buku atau kitab lengkap nama pengarang dan di halaman berapa pembahasan itu.

Sesekali ada teman lain yang penasaran dengan anggapan jangan-jangan dia mengibuli dan sok hapal. Semua referensi yang dia sebutkan diam-diam teman tadi mencatatnya dan kemudian mencocokan dengan buku aslinya, ternyata semua tepat. Ini membuktikan kuatnya daya ingat orang itu. Bukti kecerdasan seseorang dalam menampung daya ingat suatu hapalan sering terlihat di Televisi ataupun tersebar di video-video. Relatif usia masih muda sudah hapal Al-Qur’an. Mampu menjawab pertanyaan penguji tentang halaman berapa dan baris ke berapa.

Mereka yang kuat mengingat hasil bacaannya termasuk mendapat keistemewaan dari Allah. Memori ingtannya selalu terjaga sehingga kapan dia perlu ingatan itu muncul kembali. Sekedar sharing pengalaman, ada guru yang memberi tahu tips kuat ingatan. Menurutnya yang utama mengamalkan ilmu dan juga agar membuat catatan kecil berupa intisari hasil bacaan. Catatan kecil berguna membantu daya ingat kapan memerlukan bisa melihatnya kembali.

Selain itu karena segala ilmu milik Allah, maka setiap selesai belajar atau selesai membaca buku hendaknya bermohon agar Allah menjaga apa yang telah kita pelajari. Sadar kita sebagai makhluk lemah dan suka lupa. Allah sebaik-baik penolong, pelindung dan penjaga. Do’anya sebagai berikut : “Allahumma innistauda’tuka ma qara’tuhu, fardud-hu ilayya ‘inda haajati ilaihi”. (Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada-Mu segala apa yang telah aku baca, maka kembalikanlah kepadaku dikala aku memerlukannya). Apabila menitipkan sesuatu kepada Allah pasti Dia akan menjaganya.

Mari membaca. Dengan banyak membaca syaraf otak akan terlatih, terkondisi dan terpola untuk cepat merespon keadaan. Mari membaca. Dengan rajin membaca akan memperhebat daya cipta dan wawasan berpikir. Mari membaca. Dengan senang membaca semoga kualitas keimanan dan keislaman kita selalu meningkat.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020