header website 2024 hijau.12

Selamat Tahun Baru 2026
Selamat Tahun Baru 2026
Semoga di tahun yang baru ini membawa harapan, kebaikan, dan keberkahan bagi kita semua, serta menja...
Nomor WhatsApp Informasi dan WhatsApp Pengaduan
Nomor WhatsApp Informasi dan WhatsApp Pengaduan
Pengadilan Agama Kabupaten Kediri
Sertijab Ketua dan Pelepasan Hakim
Sertijab Ketua dan Pelepasan Hakim
Pengadilan Agama Kab. Kediri
Penandatanganan Pakta Integritas Pengadilan Agama Kab. Kediri
Penandatanganan Pakta Integritas Pengadilan Agama Kab. Kediri
Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Hadiri Upacara HUT Bhayangkara di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT Bhayangkara di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT KORPRI Ke-52 di Pemkab Kediri
Hadiri Upacara HUT KORPRI Ke-52 di Pemkab Kediri
Ketua PA Kabupaten Kediri Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara
Ketua PA Kabupaten Kediri Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara
Rapat Dinas Rutin Pengadilan Agama Kab Kediri
Rapat Dinas Rutin Pengadilan Agama Kab Kediri
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Posbakum 2024
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Posbakum 2024
Forum Group Discussion dengan Para Advokat
Forum Group Discussion dengan Para Advokat
Pembukaan Kegiatan PPL Mahasiswa
Pembukaan Kegiatan PPL Mahasiswa
PTSP Online
PTSP Online
Pelayanan Terpadu Satu Pintu secara Online dengan menggunkan fitur chatting dengan Petugas PTSP Kami...
SIANDOL
SIANDOL
(Sistem Antrian Sidang Online)
SIVALAC
SIVALAC
(Sistem Validasi Akte Cerai)
11 Aplikasi Inovasi Ditjen Badilag
11 Aplikasi Inovasi Ditjen Badilag
Nilai-Nilai Organisasi Di Lingkungan Ditjen Badilag
Nilai-Nilai Organisasi Di Lingkungan Ditjen Badilag
Pesan Moral Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia(Dr.Drs.H. Aco ...
8 NILAI-NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG RI
8 NILAI-NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG RI

IPAR - Aplikasi Produk Akta Cerai

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 7477

KECERDASAN AKAL

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

gambar otak dengan sedikit wajah 5d9332900d8230696000c532

            Salah satu karunia Allah yang sangat besar Dia berikan kepada manusia adalah kecerdasan. Suatu kemampuan mencerna situasi dan kondisi untuk kemudian mengambil langkah terbaik. Manusia yang memiliki kecerdasan menggunakan akalnya secara optimal dalam berpikir mengembangkan diri. Semakin tinggi tingkat kecerdasan tentu semakin mudah mengahadapi kehidupan.

Allah Swt membekali manusia dengan potensi akal sebagai alat kekuatan berpikir. Perkembangan kehidupan manusia dari masa ke masa tidak lain karena adanya potensi akal tersebut. Hal ini yang membedakan antara manusia dengan binatang. Kehidupan binatang tidak pernah berkembang, sejak dulu hingga sekarang seperti itu saja tidak ada perubahan. Bedanya manusia dengan binatang terletak pada akal. Manusia memiliki akal sedangkan binatang tidak mempunyai akal.

Cerita rakyat yang pernah masyhur dari mulut ke mulut menceritakan kalahnya pertarungan harimau melawan manusia. Cerita ini hanya ilustrasi walaupun faktanya tidak seperti itu. Harimau termasuk penguasa di kalangan binatang. Namun sehebat apapun harimau tetap kalah ketika berhadapan dengan manusia. Banyak komunitas harimau menjadi korban kecerdasan manusia, baik melaui sergapan pemburu atau melalui perangkap.

Suatu ketika harimau berjumpa dengan manusia. Harimau berkata : “Wahai manusia! Hari ini pertarungan kita lanjutkan lagi. Kami dari kalangan harimau mengetahui kekalahan kami selama ini karena manusia kalau bertarung sukanya keroyokan. Beberapa orang manusia mengeroyok sehingga kami kalah. Kebetulan hari ini kita satu melawan satu”. “Ayo kita bertarung lagi biar jujur siapa yang kalah dan siapa yang menang”, kata harimau.

Manusia menjawab : “Maaf harimau, untuk hari ini aku lagi malas bertarung. Aku buka rahasia yah. Kemenangan kami manusia melawan harimau selama ini bukan karena main keroyokan, tapi karena kami main akal”, kata manusia. “Manusia menang karena punya akal dan harimau kalah karena tidak punya akal”, lanjut manusia menjelaskan kepada harimau.

“Baik”, kata harimau. “Walaupun saya tidak punya akal, tetapi hari ini saya yakin menang melawan manusia, ayo segera kita bertarung!”, desak harimau. “Maaf, sekali lagi maaf. Hari ini aku tidak siap bertarung karena akalku lagi ketinggalan di rumah. Aku tidak bisa meladeni permintaanmu”, jawab manusia kepada harimau. Mendengar akal manusia ketinggalan di rumah, harimau bersemangat sekali mengajak manusia untuk bertarung hari itu.

“Tidak mengapa wahai manusia! Kalau akalmu ketinggalan silahkan ambil dulu ke rumahmu. Saya tunggu di sini sampai kamu datang lagi bersama akalmu dan kita bertarung”, kata harimau. Kata manusia : “Kalau aku datang nanti bersama akalku, kamu pasti sudah kabur dari sini dan takut bertarung”. “Oh, tidak. Saya tidak kabur. Saya berjanji akan tetap menunggu sampai kamu datang membawa akal”, kata harimau.

“Aku tidak percaya lagi dengan janji manis. Sekarang ini jangankan binatang, manusia saja banyak yang suka berjanji kalau ada maunya. Mengumbar ribuan janji tapi tidak pernah menepati”, jawab manusia. “Percaya saja saya akan menepati dan tetap berada di sini”, pinta harimau. Kata manusia : “Aku bisa mempercayaimu kalau kamu bersedia tangan dan kakimu aku ikat lebih dahulu sehingga kamu tidak bisa pergi”.

“Baiklah kalau begitu ikat saja tangan dan kakiku”, kata harimau. Setelah harimau menyerahkan kedua tagan dan kakinya, manusia kemudian mengikatnya dengan tali yang kuat sehingga harimau tidak bisa bergerak lagi. Dalam kondisi harimau sudah terikat, manusia lalu berkata : “Inilah akalku untuk mengalahkan kamu dalam setiap pertarungan sekarang aku sudah bisa membunuhmu”.

Cerita di atas sebagai gambaran keunggulan manusia ketika menggunakan akal. Binatang sebagai lambang makhluk yang selalu kalah apabila berhadapan dengan orang yang menggunakan akal. Manusia akan bisa mengungguli segalanya jika selama hidup mempergunakan akal secara optimal. Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menganjurkan manusia agar berpikir untuk meraih kemajuan. Perintah kepada manusia agar memikirkan alam semesta, berpikir tentang penciptaan langit dan bumi serta berpikir tentang penciptaan diri manusia itu sendiri.

Secara naluri kekuatan binatang antara satu dengan yang lain berbeda beda. Misalnya kuda kuat lari kencang. Sapi kuat memikul barang. Harimau keras suaranya ketika meraung. Cendrawasih cantik dalam penampilan. Kucing tajam dalam penglihatan. Tupai hebat ketika melompat. Kera lihai dalam urusan memanjat. Burung lincah terbang di udara dan ikan kemampuannya berenang di air. Masih banyak lagi kemampuan-kemampuan binatang dalam bidangnya masing-masing.

Segala kemampuan binatang akan tertandingi oleh kemampuan manusia dengan potensi akalnya. Manusia lebih kencang larinya daripada kuda dengan menggunakan mobil atau motor. Lebih kuat dari sapi membawa barang dengan truk pengangkut barang. Suara akan lebih keras dari harimau menggunakan alat pengeras suara. Sangat cantik dan tampan dengan rajin bersolek. Tajam penglihatan manusia kalau memakai kaca pembesar atau tropong.

Mampu lompat tinggi dan lompat jauh dengan sering latihan. Lincah juga dalam urusan memanjat dengan memakai mesin panjat. Manusia bisa terbang di atas ketinggian udara dan jarak yang jauh menggunakan pesawat udara. Kemampuan ini melebihi kemampuan burung. Juga manusia bisa berenang di air menggunakan alat renang atau kapal air. Segala peralatan telah manusia bikin untuk menunjang kemudahan dan percepatan usaha. Kemampuan membikin segala peralatan tersebut tidak lain karena manusia telah menggunakan akal.

Dengan menggunakan akal manusia bisa menaklukkan dunia. Terciptanya peralatan canggih untuk kemudahan dalam bekerja dan kelancaran dalam berkomunikasi. Kemajuan teknologi informasi serta berbagai inovasi dan kriasi hasil karya akal manusia di era modern semakin menakjubkan.

Dulu susah menghubungi saudara yang berada di tempat jauh, tapi sekarang sudah mudah karena terbantu dengan alat komunikasi. Dulu masih sulit mengakses berita di belahan dunia, tapi sekarang sangat gampang karena tersedia media informasi. Dengan kecerdasan akal manusia telah mampu mendekatkan jarak yang jauh. Memudahkan pekerjaan yang sulit, meringankan beban yang berat, memurahkan biaya yang tadinya mahal, meminimalisir resiko kerja dan memangkas waktu yang lama.

Benar-benar kecerdasan akal merupakan karunia terbesar dari Tuhan Maha Pencipta. Namun kecerdasan akal semata-mata tentu belum cukup apabila tidak berimbang dengan kecerdasan emosi atau kecerdasan agama. Suatu kecerdasan batin yang mampu menembus sesuatu yang tidak bisa lagi akal menembusnya. Emosi yang cerdas dapat mengenal Allah SWT dan mengerti hakikat kehidupan dari dunia sampai akhirat.

Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan-Nya sehingga kita mampu mengoptimalkan kecerdasan akal dalam rangka meraih kesuksesan di dunia dan kebahagian hidup di alam baqa.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175

WA Informasi : 081131166689

WA Pengaduan : 081133303567


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP ICON X ICON TT


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020