Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 27

OPTIMISME DI TAHUN BARU

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

hadits tentang optimis 1

 

 

            Perhitungan tahun yang masyhur berlaku ada dua, tahun syamsiah dan tahun qamariah. Tahun syamsiah atau penyebutan lain tahun masehiah, perhitungannya berdasarkan deklinasi matahari yaitu rotasi bumi mengelilingi matahari. Sedangkan tahun qamariah atau penyebutan lain tahun hijriah, perhitungannya berdasarkan rotasi bulan mengelilingi bumi. Kedua perhitungan tahun tersebut sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Melalui perhitungan tahun syamsiah pada bulan tertentu orang dapat mengetahui musim sesuai iklim tempatnya. Tempat yang beriklim subtropis ada musim dingin, semi, gugur dan panas. Tempat yang beriklim tropis seperti Negara kita Indonesia ada musim kemarau dan musim hujan. Mengetahui musim yang berkaitan dengan perubahan cuaca, besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Seperti pertanian, transportasi, telekomunikasi, pariwisata, industri, sosial dan budaya.

            Kepentingan interaksi manusia dalam urusan duniawi pada umumnya menggunakan perhitungan tahun syamsiah. Walaupun demikian ada juga penggunaan tahun syamsiah untuk kepentingan ibadah seperti penentuan waktu-waktu shalat . Adapun perhitungan tahun qamariah atau hijriah pada umumnya untuk kepentingan ukhrawi. Dalam tahun hijriah ada bulan untuk berpuasa, bulan haji dan perhitungan haul zakat. Terdapat pula hari-hari bersejarah dalam Islam yaitu pada bulan-bulan di tahun hijriah.

            Perjalanan tahun syamsiah dan tahun qamariah sama sama dua belas bulan. Nama bulan dalam tahun syamsiah dari Januari sampai Desember dan bulan dalam tahun qamariah dari Muharram sampai Dzulhijjah. Antara keduanya ada perbedaan hari dalam setahun. Satu tahun syamsiah sekitar 365 hari dan satu tahun qamariah sekitar 354 hari. Perbedaan ini karena tahun syamsiah dalam satu bulan ada yang sampai 31 hari. Sedangkan tahun qamariah dalam satu bulannya 29 dan 30 hari saja. Revolusi bumi dan revolusi bulan membentuk waktu berupa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun.

            Perjalanan waktu dari hari ke minggu, bulan dan tahun agar kehidupan manusia menjadi dinamis. Waktu sepanjang masa silih berganti dan setiap pergantian tahun, baik tahun Masehiah atau tahun Hijriah masyarakat menyambutnya penuh optimis. Banyak orang menaruh harapan agar terjadi peningkatan kebaikan pada tahun berikutnya. Berbagai ekspresi mereka tunjukkan dalam menyongsong kehadiran tahun baru.

Datangnya tahun baru dengan harapan membawa kebaikan baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Terjadinya peningkatan dari segi usaha, perbaikan amal, kualitas umur dan penambahan rezeki. Hari ini lebih baik dari kemaren dan hari esok lebih untung dari hari ini. Begitulah semboyan hidup orang yang penuh optimis. Maka agar terwujud segala harapan tersebut, tentu tidak sekedar berharap begitu saja apalagi dengan berhura-hura dan bermalas-malasan tanpa ada upaya nyata. Seseorang yang optimis dapat menggapai harapan dengan suatu perjuangan.

Agama mengarahkan umat untuk senantiasa optimis dalam meraih kesuksesan. Sebaliknya agama juga melarang umat bersikap pasimis apalagi sampai putus asa. Islam banyak memberikan motivasi, misalnya melarang berputus asa dalam mendapatkan rahmat Allah. Dalam Al-Qur’an “Inna ma’al ‘usri yusraa”, bahwa di balik kesukaran pasti ada kemudahan. Niat yang mengandung kebaikan akan berbalas sepuluh kebaikan. Masih banyak lagi motivasi lain yang intinya agar menatap masa depan dengan optimis mendapatkan pertolongan Allah.

Dalam mewujudkan harapan, secara umum Islam telah memberikan konsep menuju kesuksesan. Siapa menjalankan konsep tersebut akan sukses dan siapa melenceng dari konsep itu tidak akan sukses. Kalaupun kelihatan sukses tapi itu hanya kesuksesan semu. Konsep tersebut adalah takwa dan tawakal. Sekilas konsep ini hanya kesuksesan ukhrawi saja, namun apabila mencermati lebih mendalam ternyata konsep takwa dan tawakal juga untuk kesuksesan duniawi.

Pengertian lumrah mengenai takwa, menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Memperbuat sesuatu sesuai petunjuk dengan tidak menyimpangi petunjuk itu. Memahami lebih mendalam pengertian takwa ini, untuk kemudian menjadi konsep dalam meraih keberhasilan di segala bidang kehidupan. Pemahaman sederhana pernah terjadi perbincangan antara dua sahabat, Umar bin Khattab dengan Ubai bin Ka’ab.

Umar bertanya : “Wahai Ubai, apa itu takwa?”. Ubai balik bertanya : “Apakah kita pernah berjalan di tempat yang penuh duri?”. Jawab Umar : “Ya”. Jika demikian, tanya Ubai lagi : “Lalu kita harus berbuat apa?”. Jawab Umar : “Saya akan bersungguh-sungguh menyelamatkan diri dari duri itu”. Kata Ubai : “Itulah konsep takwa”. Demikian perbincangan singkat antara dua sahabat nabi tadi, yang tentu saja mengandung makna penting dalam meraih keberhasilan dan keselamatan hidup.

Refleksi dari perbincangan tersebut bahwa orang bertakwa dalam menggapai keselamatan dan keberhasilan harus memiliki semangat yang tinggi, wajib berusaha maksimal menggunakan kesempatan dan tidak menyerah dengan keadaan. Dalam hidup memang selalu ada rintangan dan tantangan. Ujian dan cobaan terkadang silih berganti. Resiko kegagalan sering membayang-bayangi. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan kehati-hatian.

            Agar aman dari segala resiko kegagalan nampaknya seseorang harus pula memiliki skill yang mampuni. Mempunyai keahlian ketika menggeluti bidang tertentu. Meningkatkan profesionalisme dengan berbekal pengetahuan. Benar sekali sejak 14 abad yang lalu nabi telah mengingatkan umatnya tentang modal kesuksesan. Sukses dunia dengan ilmu, sukses akhirat dengan ilmu dan sukses kedua-duanya dengan ilmu pula.

Setelah berusaha maksimal dengan menjalankan ketentuan bidang usaha,   seorang beriman mempasrahkan ketentuan terbaik kepada penguasa alam semesta. Manusia hanya pandai merencanakan tetapi semuanya Allah menentukan. Totalitas penyerahan sesudah maksimalnya ikhtiyar itulah namanya tawakal. Segala keberhasilan maupun rezeki dari Allah, bukan dari usaha manusia.

Amal tidak bisa memasukan seseorang ke surga, amal hanya sebab dan yang memasukan ke surga adalah Allah. Obat tidak bisa menyembuhkan, obat hanya sebab dan yang menyembuhkan adalah Allah. Usaha tidak menjadikan seseorang bisa kaya, usaha hanya sebab dan menjadikan kaya adalah Allah. Usaha merupakan sebab dan manusia wajib melakukannya.

Optimis di tahun baru membawa perubahan, waspada adanya rintangan dan tetap semangat untuk meraih kebaikan serta menghindari keburukan. Tingkatkan amal dan usaha seta do’a penuh harapan. Semoga kita bisa sukses dalam setiap keadaan.

 

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020