Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 810

MENGENAL ANAK IBLIS

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

20210930113411 2 ilustrasi iblis 002 debby

 

            Menurut berbagai leteratur, Iblis adalah makhluk Allah yang tercipta dari api. Iblis termasuk makhluk alam gaib yang tidak mampu panca indra manusia mendeteksinya. Selain Iblis sebagai makhluk alam gaib ada pula malaikat dan jin. Ketiga jenis makhluk ini sama sama sebagai makhluk halus. Jin sama dengan Iblis tercipta dari api, sedangakan   malaikat tercipta dari nur. Mengenai kepatuhan dalam beragama semua Iblis kafir. Kalau jin ada yang kafir dan ada yang Islam. Adapun malaikat tidak ada yang kafir, semuanya Islam serta taat menjunjung perintah Allah.

            Semula Allah menjadikan Iblis sebagai Ketua di alam gaib. Ribuan tahun Iblis telah memimpin para malaikat dan jin. Kondisi ini bergeser ketika terjadi pembangkangan Iblis terhadap perintah Allah. Sesaat setelah Allah menciptakan nabi Adam, Allah memerintahkan semua malaikat agar sujud menghormat kepada nabi Adam. Atas perintah itu, semua malaikat sujud dan tunduk kecuali Iblis tidak mau tunduk karena sombong. Iblis merasa lebih mulia daripada Adam karena dia tercipta dari api dan Adam tecipta dari tanah.

            Kesombongan Iblis yang membuatnya enggan mengikuti perintah Allah kemudian mengundang murka Allah. Allah akan memasukannya ke neraka, tetapi Iblis meminta penangguhan sampai hari kiamat. Penangguhan ini sbagai kesempatan bagi Iblis untuk mencari teman masuk neraka sebanyak mungkin dari kalangan jin dan manusia. Iblis mempunyai kepandaian menggoda anak Adam selagi di dunia supaya tergelincir dari kebenaran. Manusia yang tergoda rayuan Iblis dengan senang hati menyimpangi ajaran agama. Tidak menjalankan kewajiban dan bahkan mengerjakan larangan agama.

            Dalam menggoda manusia Iblis memiliki kekuatan kerja yang solid dan sangat terstruktur. Tim kerja terdiri dari anak-anaknya berupa syaitan yang berpencar di mana-mana. Kelompok anak Iblis bekerja sesuai uraian tugas masing-masing. Buku “Tablis Iblis” tulisan Ibnul Jauzi menyebutkan ada lima jumlah anak Iblis dengan tugas-tugasnya. Mengetahui nama-nama kelompok anak Iblis ini bukan kewajiban tetapi perlu untuk kewaspadaan. Lima anak Iblis tersebut adalah Tsabar, A’war, Miswath, Dasim dan Zaknabur.

            Tsabar adalah anak Iblis yang mendapat tugas membawakan dan memperlancar terjadinya musibah, penyakit ataupun wabah kepada manusia. Melalui cara ini syaitan bisa merusak fisik dan mental manusia. Ketika terjadi musibah manusia merasakan duka yang mendalam, perasaan sedih selalu menyelimuti dan suasana tangis hampir tiada henti. Saat tertimpa penyakit kronis ataupun wabah sering manusia panik dalam ketakutan. Anak iblis memanfaatkan suasana ini sehingga manusia mau berbuat sesuatu walaupun bertentangan dengan syariat agama. Rasa sakitnya membuat malas beribadah.

            A’war, anak Iblis ini bertugas membantu dan memperlancar perbuatan maksiat seperti zina. Kelihaiannya dalam menggoda sampai bisa membuat mata seseorang setengah buta, perbuatan buruk terlihat baik. Seseorang ketika melihat lawan jenisnya cepat syahwatnya terangsang. Akibat hasil polesan anak Iblis ini, bagi laki-laki yang sudah punya istri cantik melihat wanita lain nampak lebih cantik lagi. Bagi wanita yang memiliki suami tampan memandang laki-laki lain terlihat lebih tampan lagi. Selingkuh menurutnya bukan aib tapi trend dan pelaku zina tidak merasa berdosa malah merasa bangga.

            Miswath, anak Iblis yang satu ini bertugas memperlancar perkataan dusta di antara manusia. Berbohong dan memfitnah merupakan hal yang biasa. Pembuatan berita hoax menurutnya bukan dosa demi orang lain mendukung programnya. Kelihaian memoles berita hoax seakan tampak berita haq. Di sana sini tersebar berita hoax dan kenyataannya berita hoax dibalas berita haq, kemudian berita haq dibalas berita hoax lagi. Masyarakat umum terombang-ambing tidak bisa lagi membedakan antara haq dan hoax.

            Dasim, tugas anak Iblis ini merusak hubungan persaudaraan di antara manusia. Hubungan nasab, hubungan tetangga, saudara sebangsa dan saudara seagama tidak lagi menjadi lambang persatuan. Anak Iblis menanamkan kebencian dan permusuhan sehingga persatuan pecah. Provokasi dan adu domba sebagai strategi menghancurkan sesama. Tertanam sifat egoisme yang memandang orang lain selalu dalam kesalahan. Mau menang sendiri tanpa peduli orang lain. Bersaing tidak sehat dengan saling mengalahkan dan saling menyalahkan yang akibatnya saling menjatuhkan.

            Zaknabur, tugasnya di pasar. Mengendalikan bisnis sebagai ajang menipu pembeli. Anak Iblis menyetir pelaku pasar yang mau untung lebih banyak walaupun merugikan konsumen. Terjadi manipulasi kualitas, mengurangi ukuran dan mengurangi timbangan. Bersifat ambisi minta lebih apabila membeli dan akan mengurangi apabila sebagai penjual. Hilang rasa tolong menolong saat menjalankan bisnis dan yang ada hanya cara meraup keuntungan sebanyak mungkin. Halal haram baginya tidak lagi menjadi pertimbangan.

            Begitu gencarnya syaitan menjerumuskan manusia yang jam kerjanya siang malam dan bahkan setiap saat tanpa istirahat. Sebagai seorang yang beriman tentu tetap selalu mewaspadai setiap tipu daya syaitan ini. Dalam suatu kitab ada menyebutkan bahwa seseorang pernah bertanya kepada Hasan tentang syaitan. “Wahai Abu Sa’id, apakah syaitan itu juga tidur? Hasan tersenyum dan berkata : “Seandainya syaitan itu tidur, tentu kita bisa istirahat.”

Kalau demikian berarti tidak ada jalan keluar bagi seorang mukmin dari tipu dayanya? Ya. Namun walau begitu ada jalan untuk menolak dan melemahkan kekuatannya. Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu membuat kurus syaitan yang menggodanya, sebagaimana salah seorang dari Anda membuat kurus unta dalam perjalanan Anda.”

Sejalan dengan itu Ibnu Mas’ud berkata : “Syaitan yang bertugas menggoda orang mukmin adalah kurus.” Kata Qais bin Al-Hajjaj, “Syaitan berkata kepadaku, sesungguhnya aku telah masuk ke dalam diri Anda, dan aku seperti binatang yang siap disembelih (gemuk), tetapi sekarang aku seperti burung pipit (kerdil).” Qais bertanya : “Mengapa bisa begitu?” Dia menjawab : “Anda telah menghancurkan aku dengan berdzikir kepada Allah Swt.”

Bagi orang yang beriman menutup jalan syaitan adalah dengan cara taqwa. Upaya menjaga pintu-pintu zahir dengan mengantisipasi jalan nyata yang menjurus pada perbuatan maksiat. Berhati-hati melewati jalan hidup agar tidak masuk dalam lingkaran syaitan yang membahayakan. Berpegang teguh pada prinsip mejalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Tetap selalu memohon inayah dan pendungan Allah agar selamat dari tipu daya syaitan yang awalnya menggiurkan tapi ujungnya mencelakakan.

Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalannya orang-orang yang sesat. Kami berlindung pada-Mu dari segala godaan syaitan yang terkutuk.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020