Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 182

RAJAB MUSTAJAB

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

doa rajab

 

 

            Para ahli bahasa mencoba untuk menjelaskan pengertian Rajab agar orang umum dapat memahaminya. Rajab dari mashdar at-tarjiib yang searti dengan at-ta’dziim yaitu keagungan atau kemuliaan.    Menurut mereka Rajab berarti pula al-Ashab yang berarti pencurahan. Pada bulan ini Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada orang yang bertaubat dan menerima amalan hamba. Ada juga yang menyebut Rajab dengan al-Asham yang artinya tidak mendengar karena pada bulan ini tidak terdengar bunyi peperangan.

            Selain tinjauan dari segi bahasa seperti di atas, ada pula pendapat mengatakan Rajab itu nama sungai di surga yang airnya lebih putih dari susu, lebih manis daripada madu dan lebih dingin/segar daripada salju. Orang yang bisa meminum air sungai tersebut hanyalah orang yang ada berpuasa dan bershalawat kepada nabi di bulan Rajab. Ahli Isyarat berkomentar : lafal rajab terdiri dari tiga huruf yaitu “ra”, “jiim” dan “ba”. Ra adalah rahmatullah, kasih sayang Allah. Jiim adalah jirmul ‘abdi, dosa hamba. Ba adalah birrullah, kebaikan Allah.

            Dari pemahaman di atas, tergambar bahwa Rajab merupakan suatu bulan mulia yang mustajab dalam bermohon. Allah mengampuni dosa hamba-Nya selama hamba itu mau bertaubat. Rahmat Allah akan menyirami dosa-dosa sehingga orang yang dosanya mendapat siraman rahmat jadilah dia sebagai manusia peraih kebaikan. Pada bulan ini para malaikat ikut serta mendo’akan umat nabi Muhammad memperoleh ampunan agar bisa meraih segala kebaikan.

            Kitab Nawadir bercerita tentang keutamaan bulan Rajab. Muqatil meriwayatkan bahwa di belakang gunung Qaf terdapat tanah berwarna putih dan halus seperti perak, luasnya selebar tujuh kali dunia dan dipenuhi malaikat. Sehingga menurut kitab itu, saking padatnya kumpulan malaikat seandainya ada jarum jatuh ke tanah tersebut, niscaya akan menjatuhi salah satu malaikat. Kata ahli tafsir gunung Qaf itu manusia biasa tidak bisa melihatnya dengan kasat mata.

            Di setiap tangan malaikat terdapat bendera bertuliskan “Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullaah”. Setiap malam bulan Rajab mereka berkumpul di sekitar gunung itu untuk memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Mereka memohon agar Allah menganugerahkan keselamatan kepada umat nabi Muhammad Saw. Para malaikat berkata : “Ya Tuhan, berikan rahmat-Mu kepada umat Muhammad dan jangan Engkau siksa mereka.” Do’a mereka sungguh-sungguh sampai menangis demi umat nabi Muhammad. Allah kemudian mencurahkan ampunan kepada umat nabi Muhammad.

            Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubari dalam kitab “Durratun Nashihin” mengemukakan hadits tentang kemuliaan bulan Rajab. Dari Aisyah r.a nabi Saw bersabda : “Semua manusia dalam kondisi kelaparan pada hari kiamat, kecuali para nabi dan keluarga mereka serta orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, sya’ban dan Ramadhan. Mereka kenyang tidak lapar dan tidak pula haus”. Al-Khaubari mengutip hadits ini dari kitab Zubdatul Wa’idhin.

            Cerita tentang kelebihan orang yang memuliakan bulan Rajab, Al-Khaubari mengemukakan banyak cerita. Salah satunya : “Tersebut seorang perempuan di Baital Maqdis berprofesi sebagai hamba Allah. Apabila tiba bulan Rajab, perempuan itu membaca qulhuwallaahu ahad sebanyak sebelas ribu kali setiap hari untuk menghormati bulan Rajab. Dia memakai pakaian khusus dari wool untuk bulan Rajab. Pada suatu bulan Rajab dia jatuh sakit dan berwasiat kepada anak lelakinya agar apabila dia meninggal supaya menguburkan ibu bersama pakaian khusus itu.

Ketika perempuan itu meninggal, anaknya malah mengkafankan bersama pakaian yang mahal karena pakaian khusus terlihat sudah lusuh. Malam harinya anak bermimpi bertemu ibunya dalam tidur. Ibunya berkata dengan perasaan jengkel kepada anaknya : “Mengapa kamu tidak melaksanakan wasiatku? Aku tidak suka padamu”. Seketika anak itu terkejut dan terbangun dari tidurnya. Selanjutnya anak itu akan melaksanakan wasiat ibunya dan menggali kubur untuk memasukkan pakaian khusus ibunya.

Setelah menggali kubur tenyata dia tidak lagi menemukan jasad ibunya. Dia menangis dalam keadaan sedih karena merasa bersalah tidak bisa melaksanakan pesan ibunya. Anak itu kemudian mendengar suara memanggil. “Wahai anak, tahukah kamu bahwa orang yang memuliakan bulan Kami Rajab, Kami tidak membiarkannya kesepian sendiri di dalam kubur”.

Memuliakan bulan Rajab dengan meningkatkan amal kebajikan. Amal yang bersifat ubudiyah pribadi maupun yang sifatnya sosial yang berkaitan dengan orang lain. Peningkatan amal ini dalam rangka menyongsong lebih awal tibanya bulan Ramadhan. Do’a yang pernah nabi ajarkan apabila tiba bulan Rajab berupa permohonan agar Allah melimpahkan keberkahan dan berharap panjang umur bisa menemui bulan Ramadhan. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhana”. Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan usia kami ke bulan Ramadhan.

Do’a tersebut mengandung keinginan luhur supaya masa sekarang dan akan datang selalu dalam limpahan keberkahan. Mengundang keberkahan tentu dengan menyesuaikan pola kehidupan. Semakin banyak mengerjakan kebaikan, semakin berarti kehidupan. Agama mengingatkan apabila berbuat baik sesungguhnya kebaikan itu akan kembali kepada pelakunya sendiri. Kembalinya kebaikan yang lebih baik dari kebaikan yang dikerjakan itulah yang namanya al-ajru atau balasan Allah. Cepat atau lambat, pastinya orang yang mengerjakan kebaikan akan merasakan balasan itu.

Bulan Rajab termasuk bulan haram atau bulan terhormat. Pada bulan terhormat, terhadap orang beriman kemuliaan ditambah. Dalam pandangan Allah yang membedakan manusia hanya iman dan takwa. Orang beriman dan bertakwa menempati posisi yang sangat terhormat. Kehormatan itu semakin dikukuhkan setibanya bulan Rajab. Pada bulan ini pula dosa-dosa orang beriman diampuni. Hamba Allah bersungguh-sungguh meminta ampunan, maka dalam sekejap ampunan segera datang membersihkan jiwa.

Orang beriman yang melaksanakan ketaatan, maka dengan kemuliaan Rajab ada jaminan ketaatan itu akan diterima. Kepatuhan melaksanakan kewajiban dan menghindari larangan menjadikan semakin meningkat nilai kemanusiaannya. Perkara wajib dan sunah membudaya dalam priaku keseharian. Menghiasi hari-hari di bulan Rajab dengan memperbanyak shalat sunah, berpuasa sunah, membaca Al-Qur’an dan membaca shalawat. Segala aktivitas positif akan memperoleh balasan Allah yang berlipat ganda.

Persiapan fisik dan mental menyambut bulan-bulan mulia dengan taubat pembersih jiwa. Meningkatkan kualitas amal wajib dan sunah sebagai penghias raga. Menjalin hubungan baik untuk keharmonisan sesama. Jika ikhlas menjalankan semua itu jadilah tibanya bulan Rajab sebagai bulan mustajab untuk setiap do’a. Semoga kita tetap berada dalam bimbingan Allah Yang Maha Mulia.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020