Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 101

 

PUASA BINATANG

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

13999 1374352822876961 3141830539303080079 n

Allah Swt telah menurunkan perintah berpuasa kepada orang Islam. Perintah tersebut melalui turunnya Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183 pada tahun ke dua hijrah atau sekitar tahun 624 M. Sebagai pencipta segala makhluk, Allah tentu sangat mengetahui kondisi manusia. Dengan tujuan tertentu perintah puasa mendatangkan kebaikan bagi manusia itu sendiri. Menurut ayat tersebut perintah puasa tidak saja untuk orang sekarang, tetapi sudah ada juga untuk orang-orang terdahulu melalui nabi-nabi mereka sebelum nabi kita Muhammad Saw.

Orang yang kadar imannya di bawah standar, dia memahami suatu perintah bersarkan nafsu sehingga tidak sampai pada maksud suatu perintah. Dia malah mempertanyakan untuk apa puasa dengan berlapar-lapar, cara itu hanya menyiksa diri. Puasa mengekang keinginan dan menahan kemauan yang semestinya berjalan sesuai naluri. Sebaliknya bagi orang yang percaya kepada Allah, tentu saja haqqul yaqin tidak ada keraguan bahwa di balik perintah itu ada rahasia dan hikmah kebaikan untuk orang yang mengerjakannya.

Para pakar dengan prangkat ilmunya mencoba menginterprestasikan mengenai nilai puasa bagi kehidupan. Ahli agama menjelaskan kalau puasa itu sebagai media bagi seseorang untuk semakin dekat dengan Allah. Pemerhati sosial menilai puasa itu dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan kepekaan sosial yang tinggi sehingga selalu peduli terhadap sesama. Pakar kesehatan juga ikut berbicara kalau puasa itu mengandung arti bagi kesehatan fisik dan mental. Semua orang berilmu bisa mengungkap adanya kebaikan dalam pelaksanaan puasa.

Menurut ahli zoology yang pembahasan keilmuannya fokus pada hal yang berkaitan dengan binatang, ternyata dalam rangka mencapai suatu tujuan proses asimilasi binatang juga harus berpuasa. Banyak contoh binatang yang berpuasa ketika melewati tahapan untuk mencapai tujuan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Sebut saja di antaranya ayam ketika mengerami telornya. Elang ketika memasuki usia tuanya. Ular ketika akan mengganti kulitnya. Ulat ketika merubah wujud dirinya. Masih banyak lagi binatang lain, cuma yang tersebut itu mudah mengillustrasikan. Banyak terdapat dalam lingkungan kehidupan kita yaitu ayam, elang, ular dan ulat.

Bagi yang berprofesi sebagai pemelihara ayam kampung tentu tidak asing lagi dengan proses pengeraman telor. Setiap hari ayam bertelor sampai hari ke tiga belas, lima belas atau ada juga yang sampai hari ke dua puluh. Pokonya setelah habis masa bertelor, selanjutnya ayam mengerami telor-telornya selama 21 hari. Proses pengeraman ini bertujuan meneteskan telor-telornya untuk kemudian menghasilkan anak-anak ayam. Dalam pengeraman ini ayam menempuhnya penuh perjuangan. Suhu badannya harus mengeluarkan temperature panas yang seimbang.

Selama proses pengeraman, ayam berpuasa dengan tidak makan dan minum. Dengan puasa itu keluarlah energy panas dari tubuhnya yang beguna menghangatkan telor sehingga isi telor berubah menjadi anak ayam yang kemudian bisa menetes. Pada hari ke tiga belas ayam baru keluar dari sarang untuk menstabilkan tubuh. Berbuka puasa dengan minum sekedarnya. Saat keluar itu ayam betina tidak tergiur rayuan maut ayam jantan ganteng yang mengajak melampiaskan rindunya untuk bersenang-senang. Ayam kemudian melanjutkan proses pengeramannya tanpa makan dan minum hingga hari ke dua puluh satu setelah telor-telor menetes. Ayam keluar dari sarang bersama anak-anaknya, seakan menunjukan hasil puasanya bisa merubah telor menjadi anak.

Burung elang juga ada waktunya berpuasa. Seekor elang yang berumur 40 tahun, untuk bertahan hidup dan memperpanjang umur pilihannya dengan berpuasa. Elang terbang jauh ke hutan atau gua dan menetap di sana untuk sementara waktu. Dengan paruh elang mencabut seluruh bulunya dan mencabut semua cakarnya. Elang juga mengketok-ketok batu untuk melepaskan paruhnya.

Setelah semua terlepas, elang berlindung di satu tempat dan bertahan tidak makan dan minum selama 150 hari. Sehabis berpuasa kondisi elang berubah. Bulu-bulu dan cakar-cakarnya tumbuh kembali. Bagian tubuh menjadi baru semua. Elang kemudian bisa terbang dalam kondisi tua tetapi seakan menggunakan mesin terbang yang baru. Elang memiliki kekuatan dan semangat baru dan punya kesempatan untuk hidup 30 tahun lagi.

Adapun ular, binatang ini termasuk yang tidak disukai kebanyakan orang. Memiliki bisa yang membahayakan. Walau demikian ular juga punya waktu untuk berpuasa. Ketika perkembangan tubuhnya agar lebih panjang dan besar ular harus ganti kulit. Selain itu ada bagian kulitnya yang sudah lusuh dan robek saartnya berganti dengan yang baru. Dalam proses ini ular berpuasa untuk tidak makan dan minum selama 21 hari. Hanya melalui cara berpuasa ular dapat mengganti kulitnya. Apabila ular dapat melepaskan kulit bagian luar, maka tubuhnya bisa membesar dan memanjang, kulitnya menjadi baru.

Ulat juga punya waktu bepuasa. Proses puasa ulat dalam bahasa ilmiah disebut metamorphosis. Perubahan dari suatu keadaan kepada keadaan lain. Telor kupu kupu menjadi ulat. Telur kupu-kupu biasanya menempel bertelor di permukaan daun.

Telurnya menetas menjadi ulat. Ulat itu akan makan dedaunan selama berhari-hari. Lama kelamaan ulat tumbuh semakin besar dan berhenti makan. Setelah 15-20 hari, ulat mulai berubah menjadi kepompong dengan membuat kepompong dari air liurnya.

Pada tahap kepompong, ulat tidak makan dan mengalami perubahan. Kepompong biasanya menggantung di ranting tumbuhan atau di daun. Bila telah sempurna dan cukup waktunya berubahlah kepompong menjadi kupu kupu yang sangat indah dengan warna-warninya menghiasi taman yang sejuk dalam pandangan mata. Selama berpuasa 15 sampai 20 hari dengan perjuangan yang berat bagi ulat bukan hal yang sia-sia. Puasanya menghasilkan perubahan keadaan yang sangat berarti. Semula sebagai ulat yang jijik orang melihatnya dan tidak senang orang mendekatinya. Kini dia sudah berubah wujud dan orang senang melihat keindahan bentuknya.

Illustrasi di atas sebagai tahapan puasa binatang. Perintah puasa kepada manusia Allah tunjukan dalam bentuk ayat kauliyah. Namun demikian untuk membuka pemikiran manusia, Allah juga menunjukkannya melalui ayat kauniyah. Alam berbicara untuk menyadarkan manusia betapa setiap perintah Allah sedikit pun tidak ada yang sia-sia.

Jika manusia tidak mau berpuasa tentu kondisinya turun di bawah derajat binatang yang punya kebiasaan berpuasa. Jika puasa manusia tidak membawa perubahan yang berarti, puasanya tidak lebih dari puasa elang dan ular. Sekali elang tetap elang dan sekali ular tetap ular walau sudah berpuasa. Puasanya hanya untuk kebaikan pribadi. Jika manusia pada saat dan setelah berpuasa tetap seperti biasa, maka puasanya kalah dengan puasa ayam dan ulat yang mampu merubah keadaan serta menghasilkan dan memberkan kebaikan. Semoga puasa kita diterima Allah dan bisa membawa nilai kebaikan untuk kehidupan selanjutnya.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri



Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020