Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 164

OBAT ILAHI

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

13 sunnah ketika berwudhu QAx thumb

 

 

            Suatu kesempatan ada seorang Ustadz dalam ceramahnya menceritakan pengalaman seorang sufi yang bernama Junaid Al-Baghdadi. Tanpa mempersoalkan dari mana sumbernya sang Ustadz memperoleh cerita tersebut, percaya saja cerita itu benar adanya. Orang sufi biasa dalam kesehariannya berbeda menurut pandangan orang awam dan sering berprilaku aneh. Terkadang prilakunya tidak rasional tetapi hasilnya tepat sasaran. Seringkali menyalahi teori umum, namun kenyataannya benar. Orentasi pemikirannya lebih mengutamakan hal yang bersifat syar’i dari pada nilai duniawi.

            Junaid Al-Baghdadi pernah menderita sakit mata yang agak parah. Sekedar menjalankan syari’at dia pergi ke dokter untuk berobat. Dokter memberikan nasihat kepada Junaid kalau dia ingin sembuh dari sakit matanya harus menghindar dari air. Selama pengobatan jangan sampai matanya kena air sebab akan memperparah sakitnya. Menurut dokter, mata yang lagi sakit sangat sensitive dan terasa perih apabila kena percikan air. Junaid pulang ke rumah dengan membawa pesan dokter untuk menjadi bahan pertimbangan bagi kesehatan matanya.

            Sesampainya di rumah, Junaid berhadapan dua pertimbangan berat yang mengharuskan dia menentukan satu pilihan. Jika menuruti nasihat dokter agar matanya sembuh dia tidak boleh menyentuhkan mukanya dengan air. Sisi lain dia harus menyentuhkan air ke mukanya karena kepentingan berwudhu untuk kewajiban shalat. Secara fiqh memang sudah boleh memilih alternative lain dengan bertayamum sebagai pengganti wudhu. Alternatif itu kalau sudah ada penjelasan dokter yang bersyahadat bahwa apabila kena air akan membahayakan kesehatan.

            Junaid tidak memperdulikan nasihat dokter. Dia memilih menggunakan air untuk mencuci mukanya dengan berwudhu. Dia nekat dan selalu berwudhu setiap mengerjakan shalat. Selesai mengerjakan shalat isya pada malamnya dia kemudian tidur. Dalam tidurnya seakan dia mendengar ada suara ghaib berseru : “Junaid menjadi sembuh sakit matanya karena lebih memilih ridha Allah”. Ketika bangun dari tidurnya, suara dalam mimpinya itu menjadi kenyataan. Sakit mata Junaid telah sembuh total dan kembali sehat seperti semula. Dia merasa gembira karena bisa melaksanakan kewajiban dan sembuh dari penyakit.

            Keesokan harinya dia penasaran dan ingin meyakinkan kesembuhan matanya secara medis. Dia kembali mendatangi dokter kemaren untuk control kesembuhan matanya. Kemudian secara medis dokter menyatakan sakit matanya telah sembuh secara total dan tidak ada lagi indikasi penyakit sedikipun. Dokter merasa heran dengan kondisi ini karena baru kemaren sakit matanya sangat parah, tetapi seketika bisa sembuh. Secara medis tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit secepat itu. Kebanyakan waktu penyembuhan pasien berangsur-angsur dan memerlukan proses.

            Dokter ini tidak sombong dan tidak malu bertanya kepada Junaid tentang obat yang menyembuhkannya. Dokter : “Obat apa yang kamu minum dan apa yang kamu lakukan sehingga penyakitmu begitu cepat sembuhnya?”. “Aku berwudhu dan membasuh muka serta mataku dengan air wudhu lalu aku shalat”, jawab Junaid. Mendengar jawaban itu hati dokter bergetar kebetulan dia seorang non muslim. Seketika itu pula hidayah Allah datang kepadanya maka dia mengucapkan dua kalimah syahadat untuk menyatakan keislamannya.

            Setelah bersyahadat dia berkata : “Tuhan yang menurunkan suatu penyakit dan Tuhan pula yang menurunkan obatnya. Setiap penyakit yang menimpa seseorang, Tuhan sudah menyediakan sesuatu sebagai sarana untuk menyembuhkan. Hari ini Junaid sembuh mata zahirnya melalui air wudhu yang merupakan obat ilahi. Hari ini pula mata hatiku sembuh melalui seseorang yang bernama Junaid. Aku telah salah beranggapan kalau orang bisa sembuh hanya dengan obat, kini mata hatiku jelas melihat bahwa obat hanyalah media dan penyembuh sebenarnya adalah Allah Yang Maha Kuasa”.

            Sosok Junaid sebagai figure teladan ketika menghadapi dua pilihan yang memberatkan. Satu sisi ada panggilan kesehatan dan sisi lain ada panggilan agama. Antara dua panggilan ini bisa terjadi benturan. Apabila memenuhi panggilan kesehatan maka panggilan agama terabaikan dan sebaliknya apabila memenuhi panggilan agama maka panggilan kesehatan terabaikan. Sekilas pernyataan ini aneh karena menganggap agama berbenturan dengan kesehatan, padahal agama sendiri mengajarkan hidup sehat. Namun bisa saja sesekali ada anggapan terjadinya benturan tersebut.

            Jika meneladani Junaid, seorang beriman pasti mengutamakan panggilan agama. Pantang baginya mau merubah struktur ibadah hanya karena takut penyakit. Konsekwen dengan keyakinan bahwa agama menciptakan kemaslahatan hidup. Setiap perintah agama mengandung hikmah dan mendatangkan kebaikan bagi pelaksananya. Rahasia ilahi tersimpan dalam setiap rangkaian ibadah dan terbuka bagi orang yang meyakininya. Syahadat, shalat, puasa, zakat, haji dan perangkat ibadah lain yang di dalamnya terkandung banyak manfaat bagi kebaikan hidup manusia.

            Wudhu salah satu rangkaian ibadah yang memiliki rahasia dengan tujuan utamanya mengangkat hadats. Selain itu orang yang berwudhu dengan sempurna akan merasakan nuansa kebersihan diri. Banyak organ tubuh penting masuk dalam anggota wudhu yang ikut serta menjadi wilayah bersih. Secara berkala dengan wudhu organ ini selalu terjaga kebesihannya. Air wudhu dapat merubah wujudnya dari air biasa menjadi air aktif yang mengandung aura positif. Tidak mustahil kalau Allah menghendaki air wudhu bisa menjadi pembawa berkah.

            Seseorang pernah mengungkapkan pengalamannya. Boleh percaya dan boleh pula tidak, karena itu pengalaman pribadi yang nyata baginya. Dahulu dia sering terserang flu, tidak bisa melewati perubahan cuaca, kehujanan atau kedinginan mesti setelahnya kena serangan flu. Akibat flu hidung mampet, berair dan kemudian terserang sesak pernapasan. Apabila mengalami serangan ini berminggu-minggu baru bisa sembuh melalui pengobatan.

Dia kemudian berusaha mengantisipasi agar tidak kena flu dengan menjaga kebersihan hidung. Setiap ada gejala mau flu dia mencuci hidungnya dengan sabun. Berwudhu secara sempurna sambil berniat menghilangkan virus. Dalam berwudhu tidak ketinggalan mengerjakan sunah wudhu seperti madhmadhah (berkumur-kumur) dan istinsyaq (memasukan air ke permukaan hidung kemudian menghembuskannya). Berkat air wudhu dia berhasil menggagalkan serangan flu karena mendapat obat ilahi.

Masih terkait berkah air wudhu sebagai obat ilahi, seorang bapak di suatu daerah mempunyai anak yang cerdas dan patuh. Di sekolah anak itu menjadi kesayangan para guru. Selalu memperoleh nilai terbaik pada setiap kenaikan kelas. Sering mendapatkan prestasi setiap ada kompetisi antar siswa. Bapak dari anak itu menuturkan pengalamannya merawat si anak sejak kecil. Setiap kali bapaknya berwudhu, bekas air wudhu yang masih menempel di tangan dan di muka dia usapkan ke kepala anak. Saat mengusap sambil berharap semoga dengan tetesan air wudhu Allah memudahkan kepala anak menerima dan menyimpan ilmu pengetahuan. Harapan bapak ini rupanya terkabulkan berkat air wudhu.

Agama Islam sangat luhur, menghendaki kemaslahatan hidup bagi pemeluknya. Mengajarkan tata kehidupan yang sehat serta terhindar dari penyakit lahir dan batin. Setiap penyakit tersedia obatnya berupa obat insani dan obat ilahi. Umat yang bijak bisa memilih pengobatan insani dan tidak meremehkan pengobatan ilahi. Semoga kita senantiasa sehat lahir dan batin.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

 

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020