Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 91

MAKLUMAT BUMI

(Drs.H.AHMAD FANANI, M.H*)

istockphoto 512998065 1024x1024

            Bumi merupakan tempat tinggal manusia dan makhluk lainnya. Selama masih hidup manusia berjalan, beraktivitas dan mencari nafkah di atas bumi. Telah tersedia di atas dan di dalam bumi segala fasilitas untuk keperluan hidup manusia. Sungai, laut, gunung, hewan dan tumbuh tumbuhan serta matahari dan rembulan ikut serta menghiasi indahnya bumi. Udara segar, tanah yang subur dan aneka tambang yang terbenam dalam perut bumi, semuanya berguna bagi kelangsungan hidup serta kehidupan manusia. Bumi dengan segala isinya benar-benar sebagai karunia Tuhan untuk manusia.

            Manusia berhak memanfaatkan fasilitas yang ada di bumi untuk keperluan sehari-hari. Namun demikian tentu saja penafaatannya berdasarkan aturan syariat Tuhan pencipta bumi itu sendiri agar tidak terjadi benturan hak antar sesama manusia. Syariat yang mengatur hubungan antar sesama dan alam semesta bernama muamalah. Selain itu, lengkapnya fasulitas bumi mengingatkan manusia agar tunduk dan menyembah Allah penyedia bumi. Syariat yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya bernama Ibadah.

            Tegaknya aturan syariat tersebut di kalangan manusia menjadikan bumi gembira. Bumi rela diinjak oleh manusia yang patuh lagi taat kepada Allah. Kegembiraan bumi ia nampakkan melalui tanah yang subur walaupun sudah ditamani tumbuhan berkali-kali. Bumi tetap menyimpan kekayaannya walaupun sudah sering diambil. Sebaliknya bumi ikut murka jika yang menempatinya terdiri dari orang-orang yang maksiat serta lupa kepada Tuhannya. Terjadinya bencana alam sebagai bukti kalau bumi ikut murka terhadap manusia durjana. Kerusakan daratan dan lautan akibat olah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

            Menurut Ilmul Ghaib, bumi walaupun tidak mempunyai lidah namun dia bisa berbicara. Sayangnya tidak semua orang bisa mendengar pembicaraan bumi. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendengarnya. Pembicaran dia tujukan kepada seluruh manusia sebagai penghuni yang selama ini menginjakkan kaki di atasnya. Makan minum, bersenda gurau dan bersenang-senang di atas bumi. Menikmati dan mereguk kekayaan alam. Mengambil dan menguras isi perut bumi. Berbuat tanpa batas dengan menurutkan nafsu angkara murka. Berani melanggar larangan dan tidak menjalankan perintah Tuhan.

            Pembicaran bumi berisi peringatan mengenai kondisi babak kehidupan manusia selanjutnya sebagai penumpang bumi. Bahasa sederhananya, peringatan agar penumpang berhati-hati selama dalam perjalanan. Ibarat menumpangi armada berupa pesawat, kapal laut atau kereta api, awak kapal yang bertugas saat itu dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan pengumuman peringatan kepada para penumpang. Peringatan terkait aturan selama berada di dalam armada dan ketika akan meninggalkan armada. Tujuannya agar para penumpang merasakan kenyamanan dan keamanan baik saat berada di armada maupun setelah menginggalkannya.

            Peringatan bumi kepada para penumpang atau penduduk dunia berupa maklumat. Isinya tidak sekedar pengumuman, tetapi berisi ancaman keras. Tujuannya agar manusia lebih berhati-hati selama menginjakkan kaki di atas bumi. Ancamannya bahwa bumi akan memperlakukan manusia secara kasar jika nanti sudah mati dan masuk ke dalam perut bumi. Mengenai maklumat bumi ini, Muhammad Masrur dalam bukunya “Kenalanku Malaikat Izrail” menjelaskan isi maklumat tersebut. Penulis mengutip atsar seorang sahabat nabi bernama Anas bin Malik.

           Anas bin Malik ra berkata : “Setiap hari bumi menyeru kepada manusia sepuluh kali”. Maklumat tersebut berbunyi :

            “Pertama, wahai anak cucu Adam, Engkau bekerja banting tulang dengan keras mencari dunia di atas bumi, padahal tempatmu kembali nanti di dalam perutku. Kedua, engkau berani berbuat maksiat di atas bumi, padahal engkau bakal disiksa di dalam perutku. Ketiga, engkau bersenang-senang menuruti nafsu di atas bumi dan nanti engkau akan menangis di perutku. Keempat, engkau makan barang haram di atas bumi dan engkau akan dimakan belatung di perutku. Kelima, engkau bersuka ria di atas bumi dan engkau akan berduka cita di perutku.

            Seruan keenam, engkau mengumpulkan barang haram di atas bumi, padahal badanmu akan meleleh di perutku. Ketujuh, engkau bertingkah penuh kesombongan di atas bumi, padahal engkau akan dihinakan di dalam perutku. Kedelapan, engkau berjalan dengan congkak di atas bumi dan engkau akan dinistakan di dalam perutku. Kesembilan, engkau berjalan dengan bermandikan cahaya di atas bumi dan nanti engkau akan berjalan dengan kegelapan di perutku. Kesepuluh, engkau berkumpul dengan anak isteri dan teman-temanmu di atas bumi, nanti engkau akan duduk sendiri tanpa teman dan kawan”.

            “Bumi selanjutnya menyatakan aku adalah rumah terakhir menyendiri, Aku adalah rumah yang penuh kengerian dan aku adalah rumah belatung. Bekal persiapan apa yang telah engkau siapkan untukku?”.

            “Di akhir maklumat bumi mengatakan sambil memberi solusi agar manusia selamat. Aku adalah rumah pengasingan, jadikanlah bacaan Al-Qur’an temanmu di dalam kubur. Aku adalah rumah kegelapan, maka terangilah aku dengan shalat malam. Tempat tidurmu dari tanah, maka berilah kasur dengan amal shalehmu. Aku adalah sarang ular berbisa, berilah penolaknya dengan bismillahirrahmanirrahim dan cucuran air mata taubatmu. Aku adalah rumah malaikat Munkar dan Nakir, maka perbanyaklah membaca Laa ilaaha illallaah agar engkau selamat dari siksanya”.

            Anas sebagai seorang Sahabat telah mendapat keistemewaan bisa mendengar teriakan bumi. Tidak semua orang bisa mendengarnya karena akan menghambat aktivitas manusia. Jika mendengar secara langsung maklumat tersebut bisa jadi orang gemetar ketakutan dan tidak ada semangat lagi untuk hidup kalau tidak siap mental. Anas seorang yang siap mental mendengarkan maklumat itu. Maka melalui Sahabat inilah Allah memperlihatkan reaksi bumi yang selama ini menjadi tempat tinggal triliyunan manusia. Informasi Anas sangat berharga bagi yang menginginkan masa depan ceria.

Maklumat ini mengingatkan kita agar tidak bersikap sombong selama di atas bumi karena ujung kehidupan akan masuk ke dalam bumi. Mengingatkan agar tetap berpegang teguh dalam menjalankan syariat agama, menjauhi larangan dan melaksanakan perintah. Tekun membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Rajin melaksanakan shalat malam. Gemar melakukan amal kebajikan. Senantiasa merasa memiliki kesalahan sehingga bertaubat dengan sungguh-sungguh. Menghayati serta mengamalkan kalimat bismillahirrahmanirrahim dan laa ilaaha illallaah.

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan mencapai setinggi gunung. (Al-Isra ayat 37). Semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk selalu melaksanakan tuntunan agama sehingga bisa selamat di atas bumi dan aman dari siksa bumi.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020