Logo2021

ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI
lambang1 lambang2 lambang3 lambang4 lambang5 lambang6 lambang7

Ditulis oleh Wakil Ketua on . Dilihat: 44

INTROSPEKSI AKHIR TAHUN

(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

nama bulan dalam Islam

 

            Waktu tidak pernah berhenti untuk terus bergulir setiap saat. Pergantian waktu inilah yang kemudian membuat terjadinya perubahan masa. Muncul sebutan masa lalu dan masa sekarang. Istilah lain seperti baru saja, tadi malam, kemaren, minggu lalu, bulan lalu dan tahun lalu. Istilah tersebut merupakan efek dari pergantian masa. Masa berubah dengan cepat dari tadi menjadi saat ini, kemaren menjadi hari ini, minggu lalu menjadi minggu ini, bulan yang lewat menjadi bulan ini dan dari tahun lalu menjadi tahun ini. Manusia tidak ada yang bisa menahan perubahan masa.

            Tahun 1443 H akan berubah menjadi tahun 1444 H sebagai efek pergantian waktu. Satu tahun perjalanan waktu selama dua belas bulan rasanya berlalu begitu cepat. Masih terbayang suasana awal tahun kemaren, ternyata saat ini sudah di penghujung tahun. Agenda kegiatan mengawali tahun baru masih melekat dalam ingatan, kini tahun tersebut sudah akan berakhir. Kecepatan berlalunya waktu, kata pepatah seperti perjalanan awan dalam sekejap dapat berubah. Menurut kata bijak, orang bisa mengganti jika uang hilang, tetapi tidak mampu mengganti kalau waktu yang hilang.

            Berjalannya waktu dari awal hingga akhir tahun sesungguhnya bukan waktu yang singkat. Selama perjalanan waktu satu tahun telah membawa banyak kenangan dan pengalaman. Masing-masing manusia mengalami kenangan yang berbeda. Mungkin berupa kenangan manis dan mungkin pula berupa kenangan pahit. Kenangan yang menyenangkan dan bisa jadi ada kenangan yang menyedihkan. Keberhasilan menggapai harapan di satu sisi dan kegagalan meraih cita-cita di sisi lain. Segala pengalaman tersebut sejatinya menjadi bahan instropeksi diri.

            Manusia yang bijak kiranya bisa menjadikan masa depan lebih baik dan banyak belajar dari pengalaman hidup. Dalam menginstrospeksi pengalaman diri tentu tidak terlena dalam keberhasilan dan sebaliknya tidak boleh tenggelam dalam kegagalan. Terlena dalam keberhasilan akan menjadikan lengah dalam kehidupan yang pada gilirannya keberhasilan bergeser menjadi kegagalan. Begitu pula kalau larut dalam kegagalan menjadikan seseorang tidak mempunyai semangat untuk bangkit dari keterpurukan dan putus asa menghadapi permasalahan.

            Capaian prestasi selama satu tahun berlalu sebagai modal meningkatkan prestasi pada tahun berikutnya. Sedangkan kegagalan masa lalu menjadi pelajaran untuk menata prestasi yang akan datang. Berapa banyak riwayat orang sukses beranjak dari suatu kegagalan. Orang besar kalebar dunia banyak terlahir dari kondisi yang memprihatinkan. Pengalaman hidup mengajarkan seseorang untuk lebih prihatin dan gairah meraih kesuksesan. Semakin banyak pengalaman, pasti semakin mendewasakan kehidupan. Masa lalu sebagai cermin untuk menjalani langkah selanjutnya.

            Benar sekali bahwa dinamika kehidupan sebagai proses pendewasaan. Munculnya sebutan sukses, karena ada sebutan gagal. Ada istilah senang, karena ada istilah sedih. Orang bisa mengetahui suatu kesuksesan karena tahu arti kegagalan. Begitu pula seseorang yang merasakan rasa manis karena pernah merasakan rasa pahit. Segala sesuatu yang terjadi bukan hal yang sia-sia bagi orang yang mau mengambil hikmah dari kejadian itu. Bagi kalangan para sufi, mereka malah selalu berterima kasih kepada Allah dalam segala kondisi, hingga kegagalan sekalipun demi sebuah pelajaran hidup.

            Kitab “Nashaihul Ibad” dalam menjelaskan proses pendewasaan seseorang, mengutip pendapat ahli sufi bernama Hatim Al-Asham. Sufi ini berkata : “Empat kondisi yang terjadi pada seseorang, tidak akan dapat dimengerti hakikat sesungguhnya kecuali telah merasakan empat kondisi berbeda berikutnya”. Lebih lanjut Hatim mengatakan : Pertama, “Kondisi usia muda, seseorang tidak dapat mengerti hakikat usia muda kecuali sesudah mengalami kondisi tua”. Kedua, “Kondisi selamat, seseorang tidak bisa merasakan nikmat keselamatan kecuali bagi orang yang mendapat musibah”.

            Selanjutnya yang ketiga, “Kondisi sehat, seseorang tidak bisa merasakan hakikat dari nikmat sehat kecuali setelah mengalami kondisi sakit”. Keempat, “Kondisi hidup, seseorang tidak bisa memahami arti hidup yang sebenarnya kecuali setelah mengalami kematian”. Hatim dengan menggunakan kata bijak menyadarkan pendengar atau pembaca agar bersyukur atas segala nikmat pemberian Allah. Bersyukur dengan cara menggunakan nikmat tersebut dengan sebaiknya. Memanfaatkan karunia untuk urusan kebaikan sebelum nikmat tersebut ditarik oleh pemberinya.

            Masa muda adalah nikmat luar biasa. Banyak kelebihan terasa pada saat usia muda. Tenaga dan kekuatan fisik masih prima. Kegagahan dan kecantikan nampak jelas di usia muda. Masa indah yang penuh semangat terukir pada masa belia. Banyak potensi dan kesempatan bila ingin berbuat ketika masih muda. Namun demikian, sering menjadikan orang terlena dan tidak menggunakan potensi ini. Kesempatan besar lenyap setelah memasuki usia tua. Kelebihan pada waktu muda menghilang setelah berada di usia tua. Adanya hanya menyesal dan menyesal.

            Kondisi selamat merupakan dambaan setiap orang. Selamat dari marabayaha yang mengancam, Aman dari segala gangguan yang membahayakan. Tidak terjadinya kecelakaan ketika dalam perjalanan. Sampai ke tempat tujuan tanpa ada halangan apapun. Nanum bagi yang terbiasa mendapat karunia selamat seakan anugerah keselamatan itu biasa-biasa saja. Akan tetapi nikmat keselamatan baru terasa ketika mendapat musibah. Seakan musibah mengingatkan manusia untuk mensyukuri nikmat keselamatan selama ini.

            Tidak kalah pentingnya juga dalam hidup ini nikmat sehat. Dengan nikmat sehat orang bisa melakukan aktivitas untuk kelangsungan hidup. Kegiatan sehari-hari berjalan lancar dengan sebab sehat. Rutinitas duniawi dan ukhrawi terlaksana dengan baik saat badan sehat. Mengetahui pentingnya nikmat kesehatan orang menjaganya penuh perhatian. Namun terkadang juga karena terbiasa sehat orang menganggapnya sebagai hal yang biasa. Seolah-olah dialah yang menciptakan kesehatan tubuhnya itu. Tetapi sekali sekali nikmat sehat ditarik oleh pemberinya dengan mengirim penyakit barulah tahu arti kesehatan.

            Manusia bisa hidup di dunia ini karena dihidupkan oleh Allah yang maha hidup. Masa hidup tentu ada batasnya. Suatu saat hidup manusia akan berakhir, Allah kembali mematikan manusia. Tidak seorangpun manusia yang mampu mempertahankan hidupnya kalau Allah mengakhirinya. Ketika manusia mengalami puncak kejayaannya di dunia, sering lupa batas kehidupan. Merasa memiliki kemampuan untuk mengatur segalanya, sehingga bangga dengan keahlian. Padahal hidup bukan segalanya, tetapi kematian akan mengakhiri segalanya.

            Telah banyak peringatan agar manusia mengerti hakikat hidup dan kehidupan. Berbagai nikmat telah Allah kirim sebagai modal hidup selama ini. Allah maha pengasih dan maha penyayang telah menganugerahkan segalanya. Potensi waktu muda, keselamatan dalam beraktivitas, kesehatan yang tidak terhingga dan kehidupan yang masih tersisa. Semua mengingatkan manusia untuk pandai bersyukur dan memanfaatkan semua nikmat untuk mengabdi kepada-Nya. Jika manusia tidak mau bersyukur tentu akan berhadapan dengan-Nya pada hari pembalasan.

"Ya Allah, kami meminta ampun atas perbuatan salah di tahun ini. Hal yang Engkau larang sementara kami belum sempat bertobat. Apapun yang telah kami lakukan dari sesuatu yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala kepada kami. Kami mohon kepada-Mu Ya Allah, Dzat Yang Maha Pemurah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahan kami dan janganlah Engkau putus harapan kami dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah”.

*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Add comment


Security code
Refresh

Layanan dan Prosedur Berperkara Untuk Disabilitas

 

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kab. Kediri

Jl. Sekartaji, No. 12 - 64101

Ngasem - Kabupaten Kediri

Jawa Timur Telp: 0354 - 682175


Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

           Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


 

Media Sosial :

FB icon IG icon YT icon GMAP


 

Pengadilan Agama Kabupaten Kediri@2020