SEPULUH MUHARRAM
(Drs. H. AHMAD FANANI, M.H*)

Tanggal 10 Muharram, umat Islam menyebutnya hari ‘Asyura. Secara bahasa asyura berarti sepuluh. Jadi asyura berarti pula hari ke sepuluh dalam suatu bulan. Nampaknya walaupun asyura berarti hari ke sepuluh, namun penyebutan ini khusus untuk tanggal 10 Muharram dan tidak untuk bulan lain. Umat Islam tidak menyebut tanggal 10 Shafar, 10 Rajab dan lainnya sebagai hari asyura padahal sama bilangan ke sepuluh di bulan itu. Pengkhususan ini menunjukan kalau sepuluh Muharram mengandung keistemewaan tersendiri.
Mencermati keutamaan sepuluh Muharram tidak lepas dari keutamaan bulan ini. Dalam kalender hijriyah Muharram bulan pertama dari 11 bulan lainnya. Arti Muharram adalah yang terlarang atau yang diharamkan. Hal ini karena pada bulan Muharram bangsa Arab seluruhnya mengharamkan peperangan. Tidak ada pertumpahan darah pada bulan ini karena sudah menjadi kesepakatan yang membudaya serta merupakan hukum adat tak tertulis yang berlaku sejak lama bagi bangsa Arab. Arti lain dari Muharram adalah suci, maksudnya bulan ini mengutamakan kesucian diri.
Mengenai keutamaan sepuluh Muharram, Imam Ghazali mengemukakan hadits Nabi dari Ibnu Abbas r.a ia berkata. Rasulullah SAW datang di Madinah , lalu beliau menemukan orang-orang Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya kepada mereka mengenai hal itu. Mereka berkata : “Sesungguhnya hari ini Allah memenangkan Nabi Musa dan Bani Israil atas kaum Fir’aun. Maka kami berpuasa padahari itu untuk mengagungkannya”. Nabi SAW bersabda : “Kami adalah orang lebih berhak dengan Musa daripada Anda”. Beliau lalu memerintahkan untuk berpuasa.
Imam Ghazali menjelaskan pula tentang keistemewaan sepuluh Muharram atau hari Asyura. Mengenai hari ini banyak tersebut dalam atsar sahabat berkenaan keutamaannya. Peristiwa penting banyak terjadi bertepatan hari Asyura. Rangkaian peristiwa bersejarah yang dialami Nabi terdahulu di hari Asyura. Begitu pula dengan penciptaan di antara makhluk Tuhan juga pada hari Asyura. Sebahagian keselamatan dan kesuksesan di antara para Nabi terjadi pada hari Asyura. Hal ini memberi isyarat bahwa Allah SWT mengistemewakannya.
Nabi Adam diterima taubatnya pada hari Asyura. Menurut riwayat, sesaat setelah Adam dan Hawa makan buah khuldi akibat mengikuti rayuan Iblis, seluruh perhiasan surga berguguran dari tubuhnya. Tidak ada yang tersisa selain mahkota dan hiasan pelipisnya. Setiap kali berusaha menutupi dirinya dengan dedaunan surga, pasti segera berjatuhan. Mereka menangis penuh penyesalan dan mengatakan ini bencana pertama akibat kemaksiatan. Adam dan Hawa berlari di surga karena malu. Selama 300 tahun mereka berdo’a dan bertaubat baru Allah menerima taubatnya di hari Asyura.
Allah menciptakan Nabi Adam dan memasukkannya ke surga pada hari Asyura. Setelah keluar dari surga karena kesalahan tersebut dan dalam proses taubat yang sangat lama baru diterima taubatnya pada hari Asyura. Pada hari Asyura pula Allah SWT menciptakan arsy, kursi, bumi, langit, matahari, bulan dan bintang-bintang. Ciptaan-ciptaan Allah ini memberi arti bagi kehidupan manusia. Bumi tempat tinggal memberi sumber kehidupan dengan segala fasilitasnya. Langit sebagai sebagi ciptaan yang menaungi makhluk bumi. Matahari, bulan dan bintang memberi sumber enegi kehidupan.
Nabi Ibrahim lahir pada hari Asyura. Beliau selamat dari kubaran api raja Namruz pada hari Asyura. Berhadapan dengan raja Namruz dan rakyat pemuja berhala. Mereka menyembah patung sebagai Tuhan yang memiliki kekuatan. Sekedar menunjukan kalau patung tidak bisa apa-apa sedikitpun, Ibrahim menghancurkan semua patung sesembahan mereka. Maksudnya mereka harus sadar kalau patung bisa hancur. Ternyata bukannya mereka sadar, malah marah dan menjatuuhkan hukum dengan membakar Ibrahim. Api padam dan Allah menyelamatkan beliau dari bahaya maut.
Pada hari Asyura Nabi Musa dan pengikut setianya selamat dari kejaran Fir’aun si raja kejam dan bengis. Memiliki kerajaan besar dengan pasuka kuat. Segalanya bisa dia selesaikan dengan kekuasaan. Saking besar kekuasaannya sampai lupa dan mengiklankan diri sebagai Tuhan. Semua rakyat dan orang berada dalam kekuasaannya wajib menyembahnya, Nabi Musa dan pengikut beliau menantang aturan Fir’aun. Musa dikejar sampai laut merah, tetapi Musa dan pengikutnya selamat sementara Fir’au dan tentaranya mati tenggelam.
Allah SWT mengangkat Nabi Idris ke langit untuk memberinya kedudukan yang tinggi pada hari Asyura. Begitu pula kapal Nabi Nuh selamat dan bisa mendarat pada hari Asyura. Sebagaimana riwayat Nabi Nuh mendakwahi kaumnya ratusan tahun tetapi yang berimana sedikit sekali. Kebanyakan tidak menerima ajakan beliau sehingga berdo’a agar Allah memusnahkan orang-orang kafir. Allah mengabulkan permintaan dengan perintah agar Nuh membuat kapal. Terjadilah banjir besar yang menenggelamkan dunia. Nabi beserta pengikutnya selamat menggunakan kapal tersebut.
Nabi Sulaiman mendapat kekuasaan besar pada hari Asyura. Sulaiman terkenal sebagai seorang Nabi yang sangat kaya. Memiliki kelebihan yang sangat jarang dimiliki nabi-nabi sebelumnya. Bisa berbicara dengan seluruh binatang dan burung-burung. Mampu menaklukkan angin, laut, udara, serta jin-jin yang tunduk dan patuh pada perintahnya. Memiliki pasukan tempur yang sangat tangguh terdiri dari jin dan manusia. Mampu menundukkan tentara semua kalangan makhluk.
Nabi Yunus keluar dari perut ikan pada hari Asyura. Nabi Yunus pernah dilempar ke laut hingga ditelan oleh ikan besar. Beliau berada dalam perut binatang laut tersebut selama 40 hari. Atas kuasa dan kehendak Allah SWT, Nabi Yunus tetap bisa hidup dan keluar dalam keadaan selamat. Saat berada dalam perut seekor ikan besar, Nabi Yunus tak lepas selalu berdoa kepada Allah SWT, memohon ketenangan hati dan keselamatan. Do’a Nabi Yunus diijabah Allah dan keluar dari perut ikan bertepatan pada hari Asyura.
Peristiwa lain terjadi bertepatan hari Asyura adalah dikembalikan penglihtan Nabi Ya’qub. Begitu juga Nabi Yusuf dikeluarkan dari sumur akibat kedengkian saudara-saudaranya, terjadi bertepatan hari Asyura. Nabi Ayub pernah menerima ujian berat berupa serangan penyakit kulit kronis bertahun-tahun, beliau tidak putus asa untuk bersabar dan berdo’a hingga Allah menyembuhkan penyakitnya. Do’a beliau : “Rabbi anni massani adh-dhurru wa anta arhamur raahimiin”. Ya Tuhanku. Telah menimpa diriku suatu penyakit yang menyusahkan, tetapi Engkau Maha Pengasih dari yang pengasih.
Menurut riwayat juga hujan pertama dari langit yang turun ke bumi terjadinya bertepatan hari Asyura. Dengan demikian, mengingat beberapa kejadian fenomenal Allah ciptakan bertepatan hari Asyura artinya mengisyaratkan bahwa hari itu mengandung keistemewaan. Menghormati hari Asyura ini terdapat hukum sunat berpuasa. Bahkan agar berbeda dengan Yahudi baik juga berpuasa tanggal Sembilan, sepuluh dan sebelas Muharram. Tidak kalah pentingnya juga dalam menghormati sepuluh Muharram ini bershadakah dan pahalanya berlipat ganda.
“Semoga sepuluh Muharram tahun ini membawa kebaikan kepada kita umat Islam, Allah SWT melapangkan rejeki, memberikan kesehatan lahir batin, serta mempermudah segala urusan dunia dan akhirat”.
*Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri







