Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan dengan Megengan
Pembacaan Do'a Bersama oleh Bapak Hakim Drs. Muridi, M.H.
Hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022, sekitar pukul 12.00 WIB. selepas melaksanakan Ibadah Dzuhur, Segenap Keluarga Besar Pengadilan Agama Kab. Kediri mengadakan acara "Megengan" di Ruang Aula. Megengan berasal dari bahasa Jawa ‘megeng’ yang berarti menahan diri, bisa diartikan sebagai puasa itu sendiri.Tradisi megengan ini sungguh merupakan salah satu tradisi yang setiap tahun diselenggarakan dalam Keluarga Besar Pengadilan Agama Kab. Kediri dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1443 H. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita untuk senang, bergembira, dan bersuka cita ketika datangnya bulan Ramadhan.
Muqaddimah (Pembukaan) disampaikan ole Bapak Panitera, Heri Eka Siswanta, S.H., M.H.
Sambutan dari Ibu Ketua Hj. Musri, S.H., M.H.
Secara Simbolis Pemberian Tumpeng dari Ibu Ketua
Tradisi megengan ini sungguh merupakan salah satu tradisi khas yang tidak dimiliki oleh Islam di tempat lain. Berkaitan dengan penggunaan makna tersebut, masyarakat Jawa biasanya membuat apem saat menjelang hari raya Idul Fitri. Ada pula yang membuat Kue apem menjelang bulan puasa / Ramadhan. Kue Apem tidak lepas dari bagian megengan ini, Istilah apem menurut para ahli bahasa berasal dari bahasa Arab, yaitu afuan/afuwwun. Artinya ampunan. Jadi, dalam filosofi Jawa, kue ini merupakan simbol permohonan ampun atas berbagai kesalahan. Lidah orang Jawa menyederhanakan bahasa Arab tersebut menjadi apem. Dalam sesi selanjutnya diadakan kegiatan saling maaf - memaafkan oleh seluruh Keluarga Besar Pengadilan Agama Kab. Kediri.
Tim IT PA. Kab. Kediri @2022 






